Oleh : Ponirin Mika*
Probolinggo.HarianJatim.Com- Orientasi salah satu cara untuk mengenalkan seseorang pada lingkungan barunya. Orientasi itu ada dimana saja. Di Pesantren, Kampus, Sekolah, bahkan di organisasi pemerintah dan organisasi non pemerintah. Pengenalan yang berbentuk orientasi itu sebagai langkah awal untuk menanamkan pengetahuan baru, lingkungan baru, teman baru dan aktifitas-aktifitas baru pula.
Hal lain dari tujuan Orientasi itu adalah melatih mental dan kedisiplinan seseorang. Orang yang memiliki mental yang bagus dan disiplin yang baik akan berbeda dengan yang lainnya. Itu salah satu dasar dari adanya orientasi.
Di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, Jawa Timur tempat saya mondok, orientasi santri baru saban tahun di gelar. Ini merupakan kegiatan rutin tahunan di Pesantren Nurul Jadid untuk memberikan pemahaman pada santri baru tentang pesantren dan kepesantrenan. Pesantren adalah tempat orang menimba ilmu agama yang di asuh oleh seorang kiai yang alim. Sementara kegiatan pesantren adalah kegiatan keagamaan yang nyaris semua ktifitas keagamaan pesantren itu dilaksanakan di setiap masyarakat NU.
Tentu pada setiap menyambut orientasi santri baru (osabar) akan ada panitia atau tim yang ditunjuk untuk mengelola dan mempersiapkan pelaksanaan osabar. Saya termasuk orang yang bersyukur mendapat kesempatan berproses menjadi panitia osabar. Menjadi panitia di osabar membutuhkan kesabaran, ketelatenan dan kesungguhan dalam berkomunikasi dan berkoordinasi dengan bagian yang menjadi dalam satu bagian dengan bagian yang lain.
Dinamika dalam berorganisasi tak terhindarkan. ada ide dan gagasan yang muncul saat rapat-rapat persiapan. Perdebatan demi perdebatan terjadi, namun itulah dinamika. Saya merasa nikmat dengan itu semua. Meski tim pelaksana sebagian adalah orang-orang yang lebih muda dari saya, bahkan junior saya.
Memiliki sikap berorganisasi dan perilaku berorganisasi saya dapatkan dengan baik di osabar ini. Tentu karena di Pondok yang saya tempati mengabdi mengajari santri-santrinya harus memilki kesadaran berorganisasi.
Mengapa penting berorganisasi?
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak akan lepas untuk bersinggungan dengan orang lain. Satu sama lain saling membutuhkan. Sebagai makhluk sosial tentu ia tak bisa hidup sendiri-sendiri. Hidup sendirian itu kurang baik dan tidak menyehatkan terhadap pikiran dan jiwa.
Di Pondok saya, ada lima kesadaran yaitu; kesadaran beragama, kesadaran berilmu, kesadaran berorganisasi, kesadaran bermasyarakat dan kesadaran berbangsa dan bernegara. Semua kesadaran terikat dengan kuat satu sama lain. Yang pada akhirnya menemukan kesadaran bahwa manusia adalah insan yang sempura dengan menjaga hubungan kepada Tuhan dan juga kepada sesama.
*Ketua Lakpesdam MWVNU Paiton dan Anggota Community of Critical Social Research Probolinggo


