Menjaga Tangan di Era Hoax

  • Bagikan

Oleh : Ponirin Mika*

Probolinggo.HarianJatim. Com- Hujjatul Islam Imam Ghazali menerangkan tentang pentingnya menjauhi perbuatan maksiat. Allah mengatur agar makhluk manusia tidak mendekati perbuatan jelek supaya eksistensi kesucian manusia terjaga. Kalaulah manusia terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan maka keberadaan dirinya sebagai makhluk sempurna akan hilang. Imam Ghazali telah mengajari kita agar menjaga sejulur tubuh dari kemaksiatan.

Menurut al-Ghazali ada dua anggota badan yang sangat berpotensi untuk melakukan perbuatan dosa, yaitu; lisan dan tangan. Ini sesuai dengan sabdanya Nabi Muhammad SAW yang artinya;

“Orang mukmin yang baik adalah dia yang menjaga lisan san tangannya agar tidak menyakiti orang lain”.

Manusia yang mampu menjaga keduanya, ia akan mampu menjaga anggota tubuh lainnya. al-Ghazali menyampaikan awal terjadinya perzinahan bermula dari pandangan mata pada suatu hal maksiat. Dalam kitab Muroqil Ubudiyah syarah dari Bidayatul Hidayah ada empat macam yang memiliki potensi mengundang syahwat, yaitu; memandang, merenung, hal-hal yang syubhat dan kekenyangan.

Penyimpangan pandangan menuju kemaksiatan merupakan jalan yang amat terbuka untuk melakukan kemaksiatan. Di sini amat begitu urgennya menjaga maksiatnya mata. Bahkan salah satu ulama dengan tegas mengungkapkan bahwa zina mata adalah salah satu dosa besar yang harus dihindari.

Selain dari mata yaitu tangan. Tangan merupakan salah satu anggota tubuh manusia yang paling berpeluang untuk melakukan penyimpangan. Kata syekh Nawawi al-Bantani, kedua tangan harus digunakan untuk menolong dan membantu orang. Jangan digunakan untuk mencelakakan, membunuh, menzalimi orang.

Syekh Nawawi juga memberikan pesan bahwa sesuatu yang dilarang diungkapkan lisan, maka dilarang pula untuk di tulis oleh tangan. Nabi Muhammad dengan tegas bersabda yang artinya adalah;

“Sesungguhnya tangan adalah salah satu dari dua lisan”.

Orang yang mampu menjaga tangan dan lisan adalah mereka yang memiliki keimanan yang sempurna. Begitu sebaliknya, orang yang tidak mampu menjaga lisan dan tanganntya adalah mereka yang memiliki iman yang lemah.

Lebih-lebih di era globalisasi saat ini, di mana antara berita yang benar dengan salah, yang baik dan yang jelek sulit dibedakan. Berita hoax telah meraja rela hingga merasuk pada dinding jiwa seseorang. Banyak dampak buruk akibat berita hoax yang berakibat pada saling curiga satu sama lain yang akhirnya menciptakan bermusuhan yang tidak berkesudahan. Dengan banyaknya media sosial sebagai wadah ekspresi perilaku manusia mestinya perlu dipergunakan sebaik-baiknya, dalam menulis pesan dan irformasi. Bukan malah berlomba-lomba untuk mendatangkan kemudharatan dengan menciptakan kebohongan, permusuhan dan tindakan-tindakan yang tidak seirama dengan ajaran islam.

Di sini pentingnya memiliki ilmu agar mampu mengendalikan anggota tubuh dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Termasuk menjaga anggota tubuh berupa lisan dan tangan, karena dengan keduanya banyak makhluk yang tercabik-cabik dalam kehidupan di dunia ini.

*Ketua Lakpesdam MWCNU Paiton dan Anggota Community of Critical Social Research Probolinggo.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
proffound fistival 14. Frozen bounce house. 🏖️ ofertas punta cana.