Surabaya – harianjatim.com Nusa Bangsa Indonesia (NBI) turut memberikan tanggapan usai penahanan Kepala Basarnas RI periode 2021-2023 Marsdya Henri Alfiandi dan Koorsmin Kabasarnas, Letkol Adm Afri Budi.
Dikabarkan, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono turut andil dalam proses penahanan tersebut usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) beberapa waktu lalu.
Atas kabar tersebut, NBI yang dipimpin oleh HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur sebagai Ketua Umum, turut mengapresiasi ketegasan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menindak tegas terhadap anggotanya yang terlibat kasus korupsi.
Dengan demikian, NBI menganggap bahwa hal itu membuktikan TNI memiliki komitmen serius dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.
Tanggapan NBI disampaikan melalui Ketua Harian NBI Holding, Sugiharto, Jumat (4/8).
“Apa yang dilakukan oleh Panglima TNI langkah tepat, kita apresiasi. Ketegasan itu akan menjawab keraguan masyarakat bahwa TNI komitmen dalam pemberantasan korupsi, termasuk yang melibatkan anggotanya. Meski pelakunya bintang 3,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Totok menuturkan, bahwa apa yang dilakukan oleh Panglima TNI adalah contoh nyata penegakan hukum.
“Ini bisa menjadi contoh bagi institusi lain bahwa siapapun yang terlibat kasus korupsi harus ditindak tegas. Dan masyarakat harus mendukung langkah ini,” jelasnya.
Pria yang juga mantan Ketua Umum BADKO HMI Jatim juga berharap, agar penanganan kasus tersebut terus berjalan sesuai hukum yang berlaku, dan siapapun yang terbukti bersalah harus dihukum sebarat-beratnya.
“Kita akan pantau terus kasus ini, dan kami berharap pelakunya bisa dijerat dengan pasal yang berlaku, agar ada efek jera. Tidak boleh ada kata ampun bagi pelaku korupsi di negeri ini,” pungkasnya.
Sebagai informasi, keseriusan dan komitmen pemberantasan korupsi itu juga ditunjukkan hari ini Penyidik Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI dan KPK menggeledah kantor Basarnas, Jakarta Pusat, Jumat, (04/08).
Panglima TNI juga menjelaskan kalau pihaknya akan terus berkoordinasi dengan KPK dalam penanganan kasus tersebut. Bahkan, beberapa waktu lalu Yudo sudah bertemu dengan Ketua KPK Firli Bahuri terkait penanganan kasus itu.


