Probolinggo, harianjatim.com – Selamatan desa yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Alassapi Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo berlangsung meriah. Ribuan warga memadati tempat berlangsungnya selamatan desa tersebut pada Minggu (20/8/2023) malam.
Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Banyuanyar Abdul Ghafur dan jajaran Forkopimka Banyuanyar, Pj Kepala Desa Alassapi Sigit Wida Hartono serta para perangkat Desa Alassapi serta para alim ulama, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Tidak ketinggalan penceramah Kiai Subaweh dari Desa Sumberan Kecamatan Besuk.
Selamatan Desa Alassapi ini bertujuan untuk mendoakan Desa Alassapi agar aman, tentram dan sejahtera serta mendoakan para leluhur dan pemimpin-pemimpin Desa Alassapi
Sekaligus tasyakuran dalam rangka HUT ke-78 Kemerdekaan RI.
Pj Kepala Desa Alassapi menyampaikan bahwa selamatan desa ini dilakukan atas keinginan para warga Desa Alassapi yang menginginkan diadakannya pengajian akbar di Desa Alassapi yang sudah lama tidak pernah dilaksanakan. Tujuan selamatan desa ini adalah untuk mendoakan Desa Alassapi supaya menjadi desa yang lebih aman dan tentram serta diberkahi keselamatan dan rejeki yang barokah.
“Selain itu untuk mendoakan para leluhur atau pendahulu yang menjadi pembabat Desa Alassapi atau istilahnya Para Bujuk. Sekaligus juga mendoakan semua kepala desa dan perangkat desa yang telah berpulang kerahmatullah supaya tenang di alam kubur serta diampuni dosa-dosanya dan diterima segala amal kebaikannya. Kedepan diharapkan semua warga Desa Alassapi lebih kompak, memperkuat tali silaturahmi dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT,” ujarnya.
Sementara Camat Banyuanyar Abdul Ghafur mengatakan saat ini pelayanan administrasi kepada masyarakat sudah bisa cukup melalui pihak pemerintah desa, tidak perlu sampai ke kantor kecamatan apalagi ke kabupaten. Program-program pemerintahan di Desa Alassapi sudah diprogramkan dengan baik oleh pihak Pemdes Alassapi sehingga diharapkan masyarakat dan semua pihak bisa mendukung semua program dari Pemerintah Desa Alassapi.
“Kepada warga dihimbau untuk supaya anak-anaknya bisa sekolah minimal sampai lulus jenjang SMA karena peningkatan kualitas SDM itu sangat penting. Begitu pula dengan masalah stunting, diharapkan setiap warga lebih peduli dengan pemberian nutrisi untuk anak, jangan ada pernikahan dini supaya anak lebih fokus dahulu menuntaskan pendidikannya,” katanya.
Sedangkan Kiai Subaweh dari Desa Sumberan Kecamatan Besuk mengungkapkan selamatan desa ini sebenarnya maknanya adalah houl para pendiri dan pemimpin desa. Masyarakat desa yang hidup sekarang harus mendoakan para leluhur dan pemimpin terdahulu. Kuncinya selamat dunia akhirat adalah sholat 5 waktu.
“Jangan sampai ibadah yang sunnah lebih utama daripada ibadah yang fardhu. Kelebihan sholat daripada ibadah yang lain adalah adanya pahala dan doa yang lebih. Pahala dari doa didalam sholat adalah 100 pahala per hurufnya,” ungkapnya. (fiq)


