Berantas Radikalisme, Lakpesdam MWCNU Paiton Gandeng TNI

  • Bagikan

Reporter: Ahmad Zainul Khofi

Probolinggo.HarianJatim.com – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (Lakpesdam MWCNU) Kecamatan Paiton komitmen jaga ukhuwah Islamiyah dengan kembali mengadakan kegiatan Lakpesdam Goes to School di MA Mambaul Hasan Sumberejo, Paiton pada Sabtu (16/08/23).

Kegiatan kali ketiga di tahun 2023 ini, Ketua Lakpesdam Ponirin Mika, tak hanya menyampaikan materi Islam Wasathiyah, namun memberikan siswa berkaitan dengan wawasan kebangsaan.

 “Dalam kesempatan ini, kita menggandeng TNI AD Koramil Paiton untuk memberikan stimulus tentang wawasan kebangsaan kepada siswa-siswi,” jelasnya.

Ini sangat penting, lanjut Ponirin, karena wawasan kebangsaan dapat membangun rasa nasionalisme para pemuda, sehingga sikap toleransi mereka juga turut terbentuk. Utamanya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara itu, utusan TNI AD Koramil Paiton Serma Babun Sugianto dan satu ajudannya menekankan materi 4 Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI kepada para peserta.

“Kami sangat senang sekali diberi ruang dan kesempatan ini, karena salah satu tugas TNI adalah membangun nasionalisme para pemuda dalam hidup berbangsa bernegara.”

Foto bersama para pemateri dengan peserta siswi MA Mambaul Hasan Sumberejo, Paiton

Dalam kesempatan yang sama, Pemuda NU Ahmad Zainul Khofi turut memberikan materi tentang “Membumikan Islam Wasathiyyah dengan Bijak”. Menurutnya, dewasa ini aneka ide telah masuk ke rumah kita (Islam) tanpa izin dan aneka kelompok-ekstrem atau lawannya-telah menampakkan wajahnya disertai dengan dalih-dalih agama yang penafsirannya sangat jauh dari hakikat Islam.

“Memang semua pihak mengakui pentingnya moderasi, tetapi apa makna, tujuan, dan bagaimana menerapkan serta mewujudkannya tidak jarang kabur bagi sementara kita. Oleh karenanya, penting bagi kita bersikap bijak dalam mengamalkannya,”

Kemudian, Khofi panggilan akrabnya, mengusul tiga cara untuk bersikap bijak dalam hal tersebut, diantaranya mempunyai pengetahuan, mengganti emosi agama dengan cinta agama, dan berhati-hati dalam mengamalkan paham Islam Wasathiyyah. Ini semua untuk menangkis radikalisme yang telah merasuki segala elemen masyarakat.

Dengan seksama para peserta memperhatikan sesi pematerian hingga selesai, tak sekali duakali, juga datang pertanyaan komprehensif dari beberapa mereka.

Editor: Ponirin Mika

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
You can also request that we erase any personal data we hold about you. punta cana : lujo, relax y el mejor todo incluido del caribe.