Kiai Zuhri Minta Santri Jadi Duta Pesantren di Masyarakat

  • Bagikan

Reporter : Ahmad Zainul Khofi

Probolinggo.HarianJatim.Com- Ulama kharismatik Kabupaten Probolinggo KH. Moh. Zuhri Zaini meminta santri menjadi duta pesantren di tengah- tengah masyarakat. Harapan itu disampaikan saat memberikan tausiyah menjelang liburan bulan maulid bagi santri di Masjid Jami’ Nurul Jadid, Ahad (24/09/23).

“Santri harus berposisi sebagai duta atau perwakilan pesantren dan keluarga dengan menampilkan perilaku baik agar dapat di contoh oleh masyarakatnya. Hal demikian, tidak akan merusak nama keluarga maupun citra atau almamater pesantren,” tegasnya.

Kiai Zuhri menyinggung pentingnya menghargai waktu. Menurutnya, santri harus mengisi waktu-waktu yang di miliki baik pada setiap detik, menit, dan bahkan hari dengan sesuatu yang bermanfaat. Upayakan untuk tidak mengisinya dengan perbuatan yang tidak berguna dan perilaku yang berbahaya.

Al waqtu atsmanu minadz dzahabi, waktu itu lebih berharga daripada emas. Jadi hargai waktu yang kita miliki,”pintanya.

Ia melanjutkan, mengisi waktu agar berguna bukan hanya dengan nuansa yang serius (seperti selalu mengaji), namun bisa juga di isi dengan sesuatu yang santai bersama keluarga, beolahraga dan refreshing, tanpa harus meninggalkan amalan-amalan rutin yang biasa dilakukan di pondok, utamanya berupa amalan wajib.

“Liburan pesantren itu tak ubahnya sebagai batu lompatan untuk mengisi daya semangat santri agar lebih giat lagi setelah kembali menimba ilmu di pesantren. Jadikan libur maulid ini sebagai momen untuk mengamalkan ilmu. Sebab itu sebagai tanda keberhasilan santri berkait perubahan perilakunya pada hal yang lebih baik,” jelasnya.

Selain itu, kata pengasuh ke VI Pesantren Nurul Jadid ini, liburan pesantren adalah ajang untuk mempraktikkan ilmu, terutama akhlakul karimah kepada Allah, orang tua, masyarakat, sesama dan makhluk hidup.

“Sealim atau sepintar apapun , dan sekaya apapun seseorang namun tidak mempunyai adab, niscaya tidak disukai oleh Allah dan tidak disenangi oleh orang-orang disekitarnya,” imbuhnya.

Namun hal itu jangan dilakukan karena ingin mendapatkan pujian, upayakan dalam rangka membawa diri pada perubahan ke arah yang lebih baik. Oleh karenanya, intropeksi atau muhasabah harus sering-sering dilakukan, agar tidak merasa dirinya telah sempurna.

“Orang yang semakin hari semakin baik adalah orang yang beruntung, dan orang yang hari ini sama dengan hari kemarin adalah orang rugi, dan bahkan orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin itu adalah orang yang celaka,” pesannya.

Lebih lanjut lagi, ia berpesan kepada ribuan santri yang akan pulang ke rumahnya agar melakukan kegiatan pengabdian bagi masyarakat melalui Forum Komunikasi Santri (FKS).

“Dalam pengabdian nanti tetap menjaga dan mentaati peraturan agama (syariat) dan pesantren,” pungkasnya.

Editor : Ponirin Mika

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
proffound fistival 14. Contains custom information set by the web developer via the _setcustomvar method in google analytics. Viajes a punta cana.