Reporter : Ponirin Mika*
Probolinggo.HarianJatim.Com– Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo ahad malam akan menggelar kegiatan perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut merupakan rutinan saban tahun dilaksanakan pesantren yang terletak tak jauh dari pesisir di kecamatan Paiton bertempat di Desa Karanganyar Paiton Probolinggo.
Pesantren yang didirikan alm. KH. Zaini Mun’im ini menjadikan perayaan maulid nabi Muhammad sebagai salah satu upaya untuk menginternalisasikan aajaran yang di bawah oleh Nabi Muhammad SAW. Kita tahu bahwa islam dapat di terima dengan mudah oleh masyarakat karena tidak lepas dari metode dakwah yang dilakukan oleh Nabi. Beliau di kenal memiliki sikap yang santun, toleran, dan bijaksana, dan sangat menghargai kepada siapa pun, meskipun kepada orang yang berbeda agama sekalipun.
Bisanya pesantren Nurul Jadid menghadirkan muballigh yang memiliki metode lemah lembut, tawasuth, tasamuh, ta’adul dan amar makruf nahi mungkar. Ini tak lepas dari karakter pesantren Nurul Jadid yang memiliki sikap terbuka dan toleran.
Untuk peringatan maulid kali ini, pesantren Nurul Jadid menghadirkan Habib Jindan bin Novel. Ia di kenal sebagai singa podium yang ditengarahi telah mewarisi legenda Sang Datuknya, Habib Salim bin Djindan, sebagai ‘Singa Podium’ dari Betawi. Ceramahnya enak di dengar dan mengalir penuh untaian mutiara yang menyejukan pendengarnya. Ini bisa didapatkan di YouTube yang tersebar dimana-mana. Suatu saat meskipun saat menyampaikan ceramah sedang hujan deras, namun hadirin masih di tempatnya, meski terkadang sebagian baju mereka terguyur hujan. Habib Jindan juga dikenal sebagai penterjemah bahasa Arab ke bahasa Indonesia yang andal, terutama saat gurunya, Habib Umar bin Hafidz mengadakan safari dakwah ke Indonesia. Ia biasa menterjemahkan dalam waktu yang hampir bersamaan dengan ucapan gurunya.


