Reporter : Ponirin Mika
Probolinggo.HarianJatim.Com– Peringatan maulid ini merupakan tradisi yang sudah lama diamalkan di pondok pesantren Nurul Jadid, sejatinya tidak hanya maulid nabi tapi isra’ mikraj, nuzulul qur’an, hari tasu’a, asyura, hari arofah. Di pondok pesantren Nurul Jadid dibuatkan acara yang diistilahkan dengan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Hal itu disampaikan KH. Najiburrahman Wahid saat memberikan sambutan pada acara maulid Nabi Muhammad SAW, Ahad (15/10/23)
Kiai Najib mengatakan, pondok pesantren Nurul Jadid ada kesamaan dengan Negara, kalau Negara merayakan maulid nabi, maka di pesantren Nurul Jadid merayakan maulid nabi, kalau di Negara merayakan isro’ mikroj, maka di Pesantren Nurul Jadid juga merayakannya. Tapi ada PHBI yang diselenggarakan di Pesantren Nurul jadid tapi negara belum merayakannya. yaitu perayaan hari tarwiyah dan arofah.
“Kalau negara yang menyelenggarakan maka akan di tuduh syiah,” tegasnya.
Ia pun mengutip kalimat yang pernah disampaikan alm. KH. Hasan Abdul Wafi penggubah shalawat an-nahdliyah, katanya, Pondok pesantren adalah benteng ajaran Islam. Di mana pondok pesantren hingga saat ini senantiasa mempertahankan sunnah-sunnah nabi di saat banyak orang sudah mulai banyak melupakan sunnah-sunnah nabi. Kiai Najib memberikan contoh bahwa pelaksanaan hari arofah. Di mana di luar pesantren sudah banyak orang melupakan hari arofah bahkan hari asyura padahal itu adalah hari istimewa.
“Banyak orang yang tidak berpuasa dan tidak berzikir di waktu itu. Tapi di pesantren Nurul Jadid merayakan hari arofah dan asyura masih dilestarikan hingga hari ini,” imbuhnya.
Selanjutnya Kiai Najib menyebutkan, bahwa banyak syiar-syiar Allah yang perlu terus dihidupkan karena mengangungkan syiar-syiar Allah itu merupakan tanda dari ketakwaan hati.
“Barang siapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah maka itu pertanda ketakwaan hati,” pungkasnya.
Ketika Habib Salim Assyatiri rawuh di Bulu Kraksaan beliau di sambut banyak habaib, beliau terharu. Kiai Najib dawuh bahwa bersemangatnya para habaib dan para kiai menunggu kedatangan Habib Salim Assyatiri yang jauh-jauh dari yaman pertanda ada ketakwaan dalam hati.
Tak hanya itu, Kiai Najib menegaskan bahwa syiar Allah itu banyak, ada yang berupa tempat seperti masjidil haram, masjid nabawi, masjidil aqso, ada syiar Allah yang berupa waktu seperti ramadhan, arofah, asyura dan sya’ban, rabiul awal. Bahkan termasuk memuliakan syiar-syiar Allah adalah ahli ilmu.
“Memuliakan syiar Allah berupa ahli ilmu dan ahli dakwah termasuk ketakwaan hati,” katanya.
Perayaan maulid ini merupakan tradisi yang terus menerus di gelar di pesantren Nurul Jadid. sebab, ungkap Kiai Najib rabiul awal adalah bulannya nabi. Bulan rabiul awal adalah bulan istimewa karena di bulan ini nabi dilahirkan dan diwafatkan. Karena itulah bulan rabiul awal di sebut bulan istimewa. selain itu, Kiai Najib menyebutkan bahwa hari senin adalah harinya Rasulullah karena pada hari ini nabi dilahirkan, diangkat menjadi nabi, hijrah ke madinah dan nabi juga wafat.
“Hari senin adalah hari barokah di mana pada hari itu juga Rasulullah selalu berpuasa,” ungkapnya.
Wakil Kepala Pesantren Nurul Jadid ini berharap, dengan dirayakannya peringatan maulid nabi agar supaya menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Bukan karena ingin mentakhsish kecintaan nabi pada bulan ini saja. Tapi di bulan-bulan yang lain kita harus mencintai nabi. Tapi setidaknya pada bulan rabiul awal, mestinya harus mengingatkan klita pada peristiwa agung di mana pada bulan tersebut Rasulullah dilahirkan dan di wafatkan. Dengan itu, berharap bertambahnya kecintaan kita pada Rasulullah SAW.
“Tanda sempurnanya iman adalah etika seseorang mencintai rasulullah di atas kecintaan pada apapun” terangnya.


