SITUBONDO, harianjatim.com – Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap tahun pada tanggal 28 Oktober. Tahun ini merupakan peringatan Hari Sumpah ke-95 sejak pertama kali Sumpah Pemuda dikrarkan pada Kongres Pemuda II tahun 1928. Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, LMI menggelar kegiatan penghargaan bagi siswa- siswi yatim berprestasi dan yatim enterpreneur bernama Yatim Award. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengapresiasi siswa- siswi yatim yang selama ini telah berjuang.
Dawud Sulaiman selaku Manajer Perwakilan LMI Jatim 4 mengungkapkan, acara ini merupakan salah satu program LMI untuk meningkatkan motivasi siswa- siswi yatim sekaligus mendorong prestasi mereka agar lebih baik. “Program ini kami selanggarakan kepada adik- adik yatim untuk memberikan motivasi sehingga nantinya mereka akan berpacu untuk lebih baik lagi,” ungkap Dawud saat ditemui usai acara di Aula Kecamatan Situbondo, (30/10/2023)
Acara ini berlangsung secara meriah dengan diikuti oleh puluhan peserta anak yatim dari berbagai sekolah di Kecamatan Situbondo. Sebelumnya, persiapaan acara sudah dilaksanakan sepekan sebelum acara penghargaan ini dimulai. Dari seluruh siswa, terpilih enam lima siswa yang berhasil mendapatkan penghargaan Yatim Award LMI dan beasiswa LMI. Secara detail, lima anak mendapatkan penghargaan dengan kategori yatim berprestasi dan satu anak mendapatkan penghargaan yatim enterpreneur.
Dalam sambutannya, Jupri Setyo Utomo selaku Kepala Camat Situbondo menyampaikan apresiasinya terhadap acara ini. “”Baru kali ini ada Yatim Award yang diadakan untuk mengapresiasi anak-anak yatim yang berprestasi dan juga berwirausaha sehingga membuat mereka lebih merasa dihargai dan lebih terpacu semangatnya untuk meraih cita-cita. Program ini unik dan inovatif sehingga saya berencana mau mengadakan kerjasama dengan LMI kembali tahun depan untuk kegiatan yg berhubungan dengan anak-anak, terutama anak yatim,” jelas Jupri.
Selain itu, acara ini juga ikuti agenda training motivasi yang dibawakan oleh Sujanu Hartonomulyo, pemateri sekaligus alumni penerima beasiswa LMI. Sujanu, sapaan akrabnya, memberikan motivasi kepada para peserta dengan memperlihatkan video kegigihan seorang anak dengan cacat fisik tetapi tetap semangat meraih cita- cita. Ia percaya bahwa adik- adik yatim yang terlahir sempurna ini sangat mampu untuk meraih cita- citanya.
Terakhir, Azzahro sebagai penerima penghargaan Yatim Award LMI terbaik pertama mengucapkan terima kasih kepada LMI karena ia semakin termotivasi untuk berprestasi lagi kedepannya. “Acara ini bisa mengispirasi anak-anak yatim yang lain untuk menggunakan waktu mereka pada hal-hal yang produktif dan berprestasi,” tutup Azzahro. (tfq)


