Kisah Astutik, Rangkul Anak dengan Keistimewaan Khusus dengan Keterampilan

  • Bagikan

MOJOKERTO, harianjatim.com- Memiliki keterbatasan fisik bukanlah sebuah hambatan, melainkan teladan bagi anak didiknya. Sri Astutik merupakan seorang guru penyandang disabilitas yang memiliki kisahnya sendiri dalam mengajar anak didiknya yang sebagian besar memiliki keistimewaan khusus.

Astutik, sapaan akrabnya adalah seorang tuna daksa. Selama beberapa tahun dia mengajar keterampilan di salah satu SLB di Kabupaten Mojokerto. Ia mengaku menjadi seorang pendidik memang sudah menjadi panggilan jiwanya sejak Ia lulus dari perguruan tinggi dengan program studi Seni Rupa. Ia sendiri menyadari bahwa menjadi guru SLB memang tidak mudah, dibutuhkan kesabaran yang luar biasa, tetapi hal tersebut tidak menyulutkan tekadnya menjadi sosok pahlawan bangsa satu ini.

“Tentunya, mengajar di SLB ini seru tetapi juga melelahkan. Butuh kesabaran untuk mengajari mereka. Di sini, saya juga ikut belajar bahasa isyarat dengan berbagai karakter sehingga memudahkan saya berkomunikasi dan lebih dekat dengan mereka,” ungkap Astutik

Dalam proses pembelajaran, Astutik mempunyai cara yang unik untuk mendidik muridnya, yaitu menjahit. Melalui keterampilan yang ia miliki tersebut, ia membagikan ilmunya kepada anak didiknya. “Yang bisa kita ajari keterampilan jahit hanya anak tuna rungu, bisa di arahkan cara menjahit. Meskipun dengan bahasa isyarat untuk menjelaskan bahan dan peralatan menjahit,” tambahnya.

Astutik mengungkapkan menjadi seorang disabilitas memang banyak mengalami diskriminasi, baik dari keluarga, teman, hingga lingkungan. Hal tersebut mengakibatkan sebagian besar dari mereka enggan untuk bertemu dengan orang baru dan cenderung menutup diri. “Banyak yang tidak lanjut sekolah. Kalau bisa sekolah kebanyakan orang akan berfikir kamu akan menjadi apa dengan kondisi fisik seperti ini,” ujar Astutik

Ia tidak ingin hal tersebut terjadi kepada murid- muridnya. Ia berharap semua penyadang disabilitas tetap mendapatkan hak belajar yang sama. “Hal- hal seperti ini saya tekankan pada wali murid, tolong anak- anak didukung dengan bersekolah setinggi tingginya sekiranya mereka mampu berkarya,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Astutik juga menjadi teladan bagi murid- muridnya. Lewat keterampilan yang dimilikinya, Ia berhasil menjadi Juara 1 dalam lomba GTK Creatiave Camp Batch 4 kategori desain fashion yang diadakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Dalam lomba ini, Astutik menjadi perwakilan dari PKLK SLB se-Mojokerto.

Pada lomba ini, Astutik memperkenalkan hasil karyanya berupa busana “The Legend of Timum Mas”. Menurutnya, busana ini sederhana, simpel, dan sesuai dengan selera masyarakat Indonesia. Ditambah dengan penggunaan bahan batik tulis khas Jawa Timur sehingga lebih berkesan.

“Saya berharap ini bisa menjadi inspirasi bagi mereka semua, terutama murid- murid saya. Saya akan terus mendukung mereka untuk berkarya,” tutupnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Free ad network. Booking todo incluido ofertas al caribe.