Manfaatkan Libur Pesantren, FKS Situbondo Turun Edukasi Masyarakat

  • Bagikan

Reporter: Ahmad Zainul Khofi

situbondo.harianjatim.com – Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo meliburkan santrinya pada 17 Ramadan – 12 Syawal 1445 H. Pada momentum itu, puluhan santrinya yang berasal dari Kabupaten Situbondo turun melakukan pengabdian masyarakat di salah satu desa pelosok di kotanya.

Kegiatan para santri yang tergabung dalam Forum Komunikasi Santri Situbondo (FOKUSS) tersebut berlangsung selama dua hari dua malam di Kecamatan Kendit, Rabu – Kamis (03-04/04/24). Kegiatan yang dibungkus dengan event Semarak Ramadan ini memiliki sejubel giat pengabdian di dalamnya, seperti khotmil qur’an, pengabdian santri di 5 lokasi, pelatihan praktik merawat jenazah, cek kesehatan gratis, bakti sosial dan pengajian umum.

Baca Juga :  Wawancara Khusus Devi Febriana, Koordinator Kelompok Kepentingan KPI Tuban

Ketua Umum FKS Situbondo Putra Ahmad Zainul Khofi menyampaikan apresiasi tinggi dan terima kasih yang tidak terhingga atas sinergi proaktif dari berbagai elemen organisasi pemuda dan masyarakat.

“Berkat sokongan dari pengurus takmir, penjabat pemerintah setempat, organisasi teman-teman pemuda dan elemen masyarakat kami mampu menghadirkan ruang pengabdian bagi santri seluas-luasnya untuk mengedukasi masyarakat di libur Ramadan,” ujarnya.

Menurutnya, Forum Komunikasi Santri ini sangat berarti untuk pendidikan bermasyarakat, khususnya pengamalan ilmu yang telah didapat oleh santri selama mondok di pesantren ke ranah praktis di masyarakat.

Baca Juga :  Wawancara Khusus Devi Febriana, Koordinator Kelompok Kepentingan KPI Tuban

“Memang studinya di Pondok Pesantren Nurul Jadid di Paiton, tapi mereka ini kan warga Situbondo. Mereka anak-anak Situbondo yang kemudian nanti setelah studi, Insyaallah pasti akan balik ke Situbondo,” jelasnya.

Potret anggota FKS Situbondo mengajar para pemuda-pemudi di salah satu lokasi pengabdian

Penyampaian terpisah juga dituturkan oleh Ketua FKS Situbondo Putri Shinta Nuriyah D. A., pihaknya mengungkapkan meskipun kegiatan difokuskan secara terpisah, menurutnya hal ini tidak mengurangi semangat santri putri untuk turut mengabdi di masyarakat.

Baca Juga :  Wawancara Khusus Devi Febriana, Koordinator Kelompok Kepentingan KPI Tuban

“Memang tak bisa dibedakan semangat santri putra dan putri, hal ini jelas sekali terlihat bagaimana pengabdian santri di lima lokasi berjalan dengan sukses. Serta alhamdulillah kegiatan ini mendapatkan berbagai cuitan positif dari kalangan warga setempat,” ungkapnya.

Karenanya, Shinta berharap perkembangan FKS Situbondo dalam waktu ke depan dapat mengajak lebih banyak santri dan berdampak lebih luas lagi bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan bisa bersinergi lebih luas dan menginspirasi lebih banyak santri,” pungkasnya.

Editor: Ponirin Mika

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 336x280