NIko Tenang Ada JKN yang Meringankan Biaya Operasi Hernia

  • Bagikan

Bojonegoro – Abed Nego (53) awalnya sempat ragu pergi berobat ke dokter. Namun karena tak mau kondisi penyakit hernianya bertambah parah, akhirnya ia pun memberanikan diri berobat. Semangat yang diberikan sang istri menguatkan tekadnya untuk kembali sembuh. Beruntung ia dan anggota keluarganya telah lama menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Selama dua hari dirawat inap di rumah sakit, Niko, sapaan akrabnya, tidak mengeluarkan biaya sepeserpun. Niko juga bersyukur, ia tidak merasa dipersulit saat mengakses layanan kesehatan menggunakan haknya sebagai peserta JKN.

“Puji Tuhan, layanan JKN sekarang ini sudah sangat bagus pelayanannya. Dokter yang menangani tidak membedakan saya dengan pasien lainnya. Saat konsultasi pun, penjelasan yang disampaikan dokter dan perawat sangat menenangka. Semua kekhawatiran tentang layanan JKN yang katanya kurang bagus, sama sekali tidak terbukti,” kata Niko menegaskan, Rabu (26/06).

Rasa puas atas layanan JKN yang dirasakan Niko membuatnya semakin yakin jika ia tidak salah memilih jaminan kesehatan. Saat mendaftar di Unit Gawat Darurat (UGD) pun, oleh petugas rumah sakit ia hanya diminta menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Jadwal operasi yang ditentukan oleh dokter pun tidak membuat saya menunggu lama. Dengan menggunakan Aplikasi Mobile JKN, saya juga telah tahu ketersediaan tempat tidur. Pokoknya sekarang itu pakai JKN serba praktis dan tidak ruwet. Pastinya saya sempat khawatir jika nanti ada biaya tambahan, tap ternyata tidak sama sekali. Saya menyadari andaikan belum menjadi peserta JKN tentu biaya operasi akan menjadi beban keluarga,” katanya.

Dokter memberikan bius total pada Niko saat akan dilaksanakan operasi hernia. Hampir sepanjang enam sentimeter jahitan akhirnya diselesaikan oleh dokter dan perawat yang menangani Niko. Menurut Niko, suasana di ruang operasi juga tidak menakutkan seperti apa yang ia bayangkan.

“Maklum karena ini baru pertama operasi dan semoga yang terakhir. Sempat diajak bercanda dengan dokter dan perawat yang sedang bertugas hingga akhirnya saya tertidur. Selanjutnya masa pemulihan empat hari diharapkan dokter agar saya kembali membaik. Bersyukur sekali dengan layanan JKN, semua sangat dimudahkan,” jelas Niko.

Niko yang tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya pun memberikan dua acungan jempol pada dokter yang merawatnya. Hampir tiga kali dalam sehari, dokter dan perawat selalu rutin mengunjungi guna memastikan kesehatannya pulih. Tak segan dokter juga memberikan semangat pada Niko untuk meningkatkan pola hidup sehat.

“Sekarang saya semakin yakin jika layanan JKN ini telah menunjukkan kualitasnya. Saat harus kembali kontrol ke fasilitas kesehatan pun tinggal memanfaatkan antrean online. Apalagi Aplikasi Mobile JKN dapat diakses di manapun berada. Jika mengalami kendala juga mudah, bisa telepon BPJS Kesehatan Care Center 165 atau kalau ada waktu bisa langsung datang ke Kantor BPJS Kesehatan terdekat,” ujar Niko.

Setiap bulan Niko pun menceritakan tidak pernah menunggak iuran JKN. Baginya, lebih baik rutin membayar iuran JKN meski tidak pernah digunakan berobat, daripada harus sakit dan merepotkan banyak orang. Niko pun berharap semoga layanan JKN semakin terdepan dalam memberikan perlindungan kesehatan. Semua masyarakat dapat dijamin tanpa terkecuali.

“Saya sangat percaya jika mengedepankan syukur dan ikhlas, maka berkah yang diberikan Tuhan juga besar termasuk kesehatan. Jadi iuran JKN setiap bulannya itu saya anggap sebagai sedekah dan semoga bermanfaat. Saya yakin masyarakat sekarang sudah semakin cerdas. Memilih yang terbaik untuk penjaminan layanan kesehatan tentunyan JKN. Saya pun semakin yakin, peserta sudah sangat dimudahkan, pelayanan cepat dan tidak memihak siapapun,” ucap Niko. (ru)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 336x280