Oleh : Sukriyanto*
Dua tahun telah berlalu sejak diresmikannya wisata Somber Rajeh di Desa Rombiya Timur, Kecamatan Ganding, Sumenep. Tepat pada 29 April 2023, destinasi ini hadir sebagai salah satu ikon wisata desa yang tidak hanya menonjolkan keindahan alam, tetapi juga sebagai bentuk nyata ikhtiar masyarakat dalam membangun sumber ekonomi baru.
Di tengah perubahan pola pembangunan di Kabupaten Sumenep, Somber Rajeh menjadi salah satu potret sukses gagasan pengembangan desa wisata. Pemerintah Kabupaten di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi kala itu mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Rombiya Timur menjawab tantangan tersebut dengan langkah berani: mengelola sumber mata air dan kawasan sekitarnya menjadi destinasi wisata yang menarik, edukatif, sekaligus memberdayakan.

Dari Sumber Mata Air Menjadi Sumber Harapan
Somber Rajeh awalnya hanyalah mata air yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. Namun seiring waktu, dengan semangat gotong royong dan dukungan dari pemerintah desa serta Budan Usaha Milik Desa (Bumdesa), kawasan ini disulap menjadi wahana rekreasi alami yang menawarkan kolam pemandian, area spot pancing, gazebo untuk bersantai, kolam dengan perahu bermain, rumah camping, nuansa bunga Sakura café, dan lain – lain.
Lebih dari sekadar objek wisata, Somber Rajeh menjadi ruang interaksi sosial dan ekonomi, Dulu Somber Rajeh mungkin hanya untuk tempat mandi dan persawahan. Sekarang, banyak yang singgah, sekarang telah menjadi tempat favorit.
Mendorong Roda Ekonomi dari Akar Rumput
Keberhasilan Somber Rajeh tak lepas dari keberanian Pemerintah Desa Rombiya Timur dalam menjadikan sektor wisata sebagai lokomotif ekonomi baru. Pemerintah desa mengalokasikan dana desa tidak hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga untuk pelatihan SDM, promosi digital, dan pembinaan UMKM.
Namun, perjuangan ini tidak tanpa tantangan, mengembangkan kawasan wisata di desa bukan perkara mudah. Pemerintah Desa Rombiya Timur menyadari bahwa langkah ini penuh risiko—dari pembiayaan, kesiapan SDM, hingga pengelolaan keberlanjutan. Namun semangat untuk menciptakan perubahan lebih besar mendorong mereka untuk terus melangkah

Menatap Masa Depan, Menjaga yang Telah Dicapai
Refleksi tiga tahun ini menjadi momentum penting untuk terus menjaga keberlanjutan Somber Rajeh. Pemerintah desa kini mulai merancang program lanjutan berupa wisata edukasi lingkungan dan paket wisata budaya. Mereka juga menjalin kerja sama dengan komunitas pegiat lingkungan dan sekolah-sekolah untuk mengedukasi pentingnya menjaga ekosistem sumber mata air.
Di sisi lain, tantangan baru mulai mengemuka. Kebutuhan akan pengelolaan limbah wisata, peningkatan kualitas layanan, dan pemasaran digital yang lebih luas menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dijawab.
Namun, satu hal yang pasti, Somber Rajeh telah menegaskan bahwa ketika desa diberi ruang untuk tumbuh, dan masyarakat diberi kepercayaan untuk berkarya, maka sumber daya lokal bisa menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan.
*) Warga Desa Rombiya Timur
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. atau download App HarianjatimCom.
(red)


