Reporter: harianjatim.com
Sumenep-harianjatim.com. Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Samioeddin, mempertanyakan kinerja Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) setempat dalam menjaring calon siswa Sekolah Rakyat (SR).
Pasalnya, hingga saat ini, jumlah pendaftar program yang diinisiasi pemerintah pusat itu masih jauh dari target awal, yaitu 100 siswa untuk jenjang SD maupun SMP.
Politisi PKB itu mempertanyakan seperti apa pendekatan yang dilakukan Dinsos P3A Sumenep kepada masyarakat selama ini, sehingga belum membuahkan hasil yang maksimal.
Menurut dia, sosialisasi terkait program SR ini tidak cukup hanya mengandalkan embel-embel gratis saja. Tapi harus dengan konsep yang matang dan pendekatan yang menyentuh langsung.
“Kalau hanya mengandalkan embel-embel gratis, pesantren juga banyak yang sudah berjalan. Harus punya konsep yang jelas dan jemput bola ke masyarakat,” tambahnya.
Terkait hal tersebut, dalam beberapa kesempatan Kepala Dinsos P3A Sumenep, Mustangin, mengklaim sudah berusaha maksimal dalam menjaring calon siswa SR.
Bahkan, Dinsos P3A telah melibatkan berbagai pihak untuk membantu sosialisasi. Di antaranya melalui tokoh desa dan pendamping sosial.
“Harapan kami bisa menjangkau lebih banyak keluarga miskin yang belum terdata atau sulit terjangkau oleh petugas,” ujarnya.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. Atau melalui aplikasi HarianjatimCom


