UNAIR Bersama UNIJA Bersinergi Jalin Kerjasama Peningkatan Mutu Kesehatan di Kepulauan Sumenep

  • Bagikan
Mahasiswa pengabdian saat melakukan edukasi kepada peserta dan memberikan buku resep sosis udang daun kelor. (Foto: for harianjatim)

Reporter: harianjatim

Sumenep-harianjatim.com. Fakultas Keperawatan (FKp) dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya berkolabirasi dengan Universitas Wiraraja (UNIJA) Sumenep melakukan pengembangan dan pembangunan kualitas kesehatan berkelanjutan di Pulau Talango, Sumenep, Jawa Timur.

Pelaksanaan itu dikemas dengan kegiatan pengabdian dengan tema “Inovasi Pangan Lokal untuk Mengatasi Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil”. Kegiatan yang berlasung Sabtu, 20 September 2025 itu mendapat respon antusias masyarakat setempat. Warga mengikuti semua kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa lintas kampus tersebut.

Kehadiran Kepala Puskesmas Talango Bety Irawati, S.ST., Bdn, beserta staff Puskesmas, Kader Posyandu, dan Ibu-ibu Posyandu menambah kehangatan kegiatan yang diketuai oleh Ira Suarilah, S.Kp., M Sc., Ph.D selaku Dosen FKp UNAIR.

“Pengabdian dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kreativitas masyarakat tentang pemanfaatan pangan lokal dan pentingnya mencegah KEK pada ibu hamil yang memiliki angka kejadian cukup tinggi di Pulau Talango,” kata Ira Suarilah dalam sambutannya pada acara pembukaan kegiatan pengabdian itu.

Menurutnya, inovasi yang diperkenalkan dalam pengabdian masyarakat ini adalah produk olahan sosis udang daun kelor yang telah melalui uji organoleptik dan uji kandungan gizi di Laboratorium Gizi Universitas Airlangga.

Sesuai hasil uji menunjukan bahwa sosis udang daun kelor mengandung tinggi protein, energi, zat besi, dan kandungan nutrisi lainnya yang sangat bermanfaat bagi ibu hamil dan bermanfaat dalam mencegah KEK atau kejadiaan anemia pada ibu hamil.

Upaya mencegah KEK pada ibu hamil sangat penting, karena berhubungan langsung dengan kualitas generasi mendatang. Anak yang lahir dari ibu dengan status gizi baik memiliki peluang tumbuh kembang yang lebih optimal.

“Inovasi sederhana seperti sosis udang daun kelor dapat menjadi bagian dari strategi besar peningkatan kesehatan ibu dan anak di Indonesia,” jelas dia.

Pada kesempatan itu juga mahasiswa memberikan edukasi melalui gambar visual (video) tentang pembuatan sosis udang daun kelor berbahasa madura, buku resep sosis udang daun kelor, dan tester sosis udang daun kelor.

Ketertarikan dan antusiasme masyarakat sangat terlihat dengan banyaknya masyarakat yang aktif berdiskusi dan bertanya berbagai hal terkait kesehatan gizi, seperti mitos dan fakta daun kelor, manfaat kelor untuk penyakit, proses memasak daun kelor, dan lain sebagainya.

Selain itu juga digelar perlombaan antar Posyandu guna meningkatkan semangat inovasi kader dari enam Posyandu yang ada di Pulau Talango, yaitu Posyandu Bunga Sepatu, Posyandu Bunga Dahlia, Posyandu Melati, Posyandu Mawar, Posyandu Latulip, dan Posyandu Anggrek.

Kader dari masing-masing posyandu diberikan fasilitas berupa modal awal untuk memulai usaha produksi sosis udang daun kelor. Para kader diberi waktu satu bulan untuk melakukan inovasi dalam hal kemasan produk, bentuk promosi, dan sajian sosis udang daun kelor yang dibuat. Selain itu, setiap Posyandu wajib membuat laporan sederhana tentang pengelolaan dana yang telah diberikan.

Program pemberdayaan kader tidak hanya memfasilitasi kader untuk mendapatkan pelajaran tentang gizi, tetapi melatih kader dalam memanajemen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Produk sosis udang daun kelor yang dihasilkan, diharapkan dapat menjadi peluang ekonomi lokal yang berkelanjutan di samping fungsinya sebagai pangan bergizi.

Evaluasi program akan dilakukan satu bulan setelah program berjalan. Pada evaluasi tersebut akan dibuat tiga kategori pemenang lomba yang dipilih berdasarkan keunggulan jumlah penjualan terbanyak, kemasan dan branding terbaik, dan produk dengan cita rasa terenak pilihan juri. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan semangat masyarakat sekaligus pengenalan makanan bergizi yang dapat diolah dari berbagai keunggulan pangan lokal yang ada di Pulau Talango, Madura.

“Saya sangat senang sekali dengan adanya kegiatan hari ini sehingga ibu-ibu kader, ibu hamil, ibu balita menjadi tahu gizi tentang pentingnya gizi pada daun kelor,” kata Endang, Bidan Pembina Posyandu.


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.comAtau melalui aplikasi HarianjatimCom.

(rls/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Free ad network. Booking todo incluido ofertas al caribe.