Reporter: harianjatim
Malang-harianjatim.com. Prodi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM menjalinan kerjasama dengan Program Kerja Sosial Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan Universiti Kebangsaan Malaysia (FSSK UKM). Itu sebagai bentuk akselerasi untuk meningkatkan kualitas dalam berbagai program internasionalisasi.
“Rapat koordinasi untuk kelanjutan kerjasama internasional antara UMM dan UKM dilakukan di di rooftop Rayz Hotel UMM, Senin, 3 November 2025,” kata Hutri Agustino selaku Kaprodi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM pada media ini sebagaimana keterangan tertulis.
Kerjasama itu kali ini merupakan periode ke dua sejak tahun 2020-2025. Karena dianggap baik dari pihak UMM maupun UKM merasa bahwa luaran dan aktivitas yang telah dijalankan selama lima tahun pertama sangat produktif dan memberikan manfaat bagi kedua pihak, sehingga kedua universitas yang telah memiliki reputasi internasional tersebut bersepakat untuk melanjutkan jalinan kerjasama pada periode kedua tahun 2025-2030.
Salah satu jalinan kerjasama internasional yang dilaksanakan adalah dengan Program Kerja Sosial Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan Universiti Kebangsaan Malaysia (FSSK UKM). Kerjasama yang telah dirintis sejak tahun 2018 lalu, telah menghasilkan berbagai luaran sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam dokumen MoU. Mulai dari kerjasama dalam penelitian yang telah menghasilkan luaran berupa publikasi artikel dalam jurnal bereputasi, teaching collaboration dalam beberapa mata kuliah, guest lecture tematik, kerjasama dalam pelaksanaan praktikum mahasiswa yang telah menghasilkan beberapa book chapter serta kerjasama dalam penyelenggaraan international conference.
Sebagai program studi yang telah mendapatkan akreditasi internasional dari Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) pada tahun 2025 dan raihan Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) sejak tahun 2023 lalu, maka Prodi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM terus melakukan akselerasi untuk meningkatkan kualitas dalam berbagai program internasionalisasi.
Hutri Agustino mengaku pola kerjasama yang telah dilakukan selama ini telah memberikan banyak manfaat, tidak hanya bagi dosen termasuk juga bagi mahasiswa.
Ia mencontohkan dalam dua tahun terakhir, prodi telah mengirimkan sebanyak sepuluh mahasiswa untuk melaksanakan praktikum Pekerja Sosial Medis di Hospital Canselor Tuanku Muhriz (HCTM) UKM serta di NGO Adab Youth Garage (AYG) dalam praktik pelayanan sosial kepada anak dan remaja.
Sedangkan dari pihak Program Kerja Sosial UKM dalam tiga tahun berturut-turut telah mengirimkan sebanyak tujuh belas pelajarnya untuk melaksanakan Latihan Industri di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN), UPT Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) serta di Muhammadiyah Children Center (MCC) Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Dalam implementasi kerjasama pada periode kedua ini, terdapat pengembangan dalam aktivitas pengajaran yakni dengan program visiting professor.
“Dari pihak Program Kerja Sosial UKM akan mendelegasikan dosen untuk mengajar di Prodi Kesejahteraan Sosial UMM secara offline selama dua minggu, demikian juga sebaliknya,” jelas dia.
Pada periode kedua ini kata Hutri Agustino pihaknya akan dimulai program student mobility selama satu semester sebagai kelanjutan dari kegiatan student exchange yang telah sukses dilaksanakan sebelumnya.
Harapannya berbagai kegiatan kerjasama dan kolaborasi internasional ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan keilmuan dan praktik pekerjaan sosial di kedua negara.
“Serta memperkaya pengalaman lintas budaya bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan kesejahteraan sosial global, khususnya di kawasan Asia Tenggara,” tegasnya.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com. Atau melalui aplikasi HarianjatimCom
(rls/red)


