Waktu Bukan Musuhmu, Tapi Temanmu

  • Bagikan

Oleh: Senina Santana L*

Dalam kehidupan pelajar dan mahasiswa, waktu sering dianggap sebagai musuh yang terus mengejar dan menekan. Setiap hari dipenuhi dengan jadwal padat, mulai dari tugas sekolah atau kuliah, persiapan ujian, kegiatan organisasi, hingga urusan pribadi. Tidak jarang banyak pelajar merasa kewalahan karena jadwal yang terasa semakin penuh, sementara waktu seakan berjalan terlalu cepat. Padahal, jika dipahami dan dikelola dengan baik, waktu bukanlah musuh, melainkan teman yang setia menemani setiap proses belajar dan perkembangan diri.

Salah satu penyebab utama pelajar merasa kehabisan waktu adalah kurangnya kemampuan dalam mengatur waktu dengan baik. Banyak siswa dan mahasiswa menghabiskan waktunya tanpa perencanaan yang jelas. Mereka sering terjebak dalam kebiasaan menunda tugas sampai mendekati batas waktu pengumpulan. Akibatnya, pekerjaan menumpuk, kualitas tugas menurun, dan stres pun meningkat. Di era digital seperti sekarang, tantangan ini semakin besar karena adanya distraksi dari handphone dan media sosial. Notifikasi yang terus muncul, kebiasaan scrolling tanpa sadar, hingga kecanduan konten hiburan membuat waktu belajar terbuang sia-sia tanpa disadari.

Manajemen waktu menjadi kunci penting untuk mengatasi masalah tersebut. Manajemen waktu adalah kemampuan seseorang dalam mengatur dan memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien agar semua kegiatan dapat berjalan seimbang. Dengan manajemen waktu yang baik, pelajar dapat menentukan prioritas, menyusun jadwal, dan menghindari kebiasaan menunda-nunda. Salah satu langkah awal yang bisa dilakukan adalah mengenali semua tugas yang harus diselesaikan, kemudian mengelompokkannya berdasarkan tingkat urgensi dan kepentingannya. Tugas yang mendesak dan penting harus diselesaikan terlebih dahulu, sementara tugas yang tidak terlalu mendesak bisa dijadwalkan di waktu berikutnya.

Membuat daftar tugas atau to-do list juga sangat membantu dalam mengelola waktu. Dengan menuliskan semua tugas yang harus dikerjakan, pelajar dapat melihat dengan jelas apa saja yang menjadi tanggung jawabnya. Daftar ini membantu pikiran menjadi lebih teratur dan tidak mudah panik saat melihat banyaknya tugas. Selain itu, membuat jadwal harian atau mingguan juga sangat disarankan. Jadwal tersebut bisa mencakup waktu belajar, waktu istirahat, waktu untuk kegiatan sosial, hingga waktu untuk hiburan. Jika jadwal dibuat secara realistis dan tidak terlalu padat, pelajar dapat menjalani aktivitasnya dengan lebih tenang dan terstruktur.

Penggunaan handphone dan media sosial juga perlu dikontrol agar tidak mengganggu produktivitas. Banyak pelajar yang awalnya hanya berniat membuka handphone selama beberapa menit, tetapi akhirnya menghabiskan waktu berjam-jam tanpa terasa. Oleh karena itu, penting untuk membuat aturan bagi diri sendiri, misalnya hanya membuka media sosial setelah tugas selesai, membatasi waktu penggunaan gadget, atau mengaktifkan mode fokus saat belajar. Dengan cara ini, konsentrasi dapat lebih terjaga dan tugas bisa diselesaikan dengan lebih cepat.

Manajemen waktu yang baik memberikan banyak manfaat bagi pelajar dan mahasiswa. Salah satunya adalah mengurangi stres. Ketika tugas dikerjakan secara bertahap dan tidak menumpuk di akhir, pelajar tidak perlu merasa terburu-buru menjelang deadline. Mereka memiliki waktu yang cukup untuk memahami materi, mengerjakan tugas dengan tenang, dan mempersiapkan diri untuk ujian. Selain itu, waktu istirahat juga bisa terjaga dengan baik sehingga kesehatan mental dan fisik tetap stabil.

Manajemen waktu juga membantu menciptakan keseimbangan antara belajar dan kehidupan pribadi. Pelajar tidak hanya sibuk dengan akademik, tetapi juga masih memiliki waktu untuk berolahraga, bersosialisasi, mengembangkan hobi, dan beristirahat. Keseimbangan ini sangat penting agar pelajar tidak mudah merasa jenuh atau kelelahan secara mental. Ketika semua aspek kehidupan berjalan seimbang, motivasi belajar akan meningkat dan semangat untuk berkembang menjadi lebih besar.

Selain itu, manajemen waktu juga melatih kedisiplinan dan rasa tanggung jawab. Pelajar yang terbiasa dengan jadwal akan belajar untuk menghargai waktu dan menepati rencana yang telah dibuat. Kedisiplinan ini merupakan bekal penting untuk masa depan, terutama saat memasuki dunia kerja. Di dunia profesional, kemampuan mengatur waktu sangat menentukan produktivitas seseorang. Orang yang mampu mengelola waktunya dengan baik biasanya lebih terorganisir, efisien, dan dapat diandalkan.

Namun, perlu dipahami bahwa manajemen waktu bukanlah sesuatu yang bisa dikuasai dalam semalam. Dibutuhkan proses, latihan, dan konsistensi. Pelajar perlu melakukan evaluasi terhadap cara mereka menggunakan waktu setiap harinya. Jika merasa masih sering terdistraksi, cobalah mencari solusi, seperti menggunakan aplikasi pengatur waktu, belajar di tempat yang lebih kondusif, atau meminta bantuan dari guru dan teman. Hal yang terpenting adalah memiliki kemauan untuk terus memperbaiki diri.

Dalam proses belajar mengatur waktu, memberikan penghargaan pada diri sendiri juga sangat penting. Setiap kali berhasil menyelesaikan tugas tepat waktu atau mengikuti jadwal dengan konsisten, berikan apresiasi kecil seperti waktu santai, menonton film favorit, atau menikmati makanan kesukaan. Hal ini akan membuat proses manajemen waktu menjadi lebih menyenangkan dan tidak terasa sebagai beban.
Kesimpulannya, waktu bukanlah musuh yang harus ditakuti, melainkan teman yang harus dipahami dan dihargai. Ketika dikelola dengan baik, waktu menjadi alat yang sangat membantu dalam mencapai tujuan belajar dan kehidupan. Pelajar dan mahasiswa yang mampu mengatur waktunya dengan bijak akan lebih mudah menyelesaikan tugas, mengurangi stres, dan menjalani hidup yang lebih seimbang. Keterampilan manajemen waktu ini tidak hanya bermanfaat selama masa pendidikan, tetapi juga menjadi bekal berharga untuk masa depan. Oleh karena itu, mulailah sejak sekarang untuk menjadikan waktu sebagai sahabat, bukan musuh, dan gunakan setiap detiknya untuk tumbuh, belajar, dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

(Senina Santana Lubega, 2025: 4)


*) Senina Santana L adalah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang


REFERENSI

Himmah, A. F., & Shofiah, N. (2021)
“Pentingnya Manajemen Waktu Bagi Siswa Dalam Meningkatkan Produktivitas Belajar | JONSSER Jurnal Dedikasi Abdi Masyarakat”
https://ejournal.warunayama.org/index.php/sindorocendikiapendidikan/article/view/8858?utm_source=chatgpt.com

Aula, S. T., Shifa, R. N., & Aini, D. K. (2024).
Analisis Strategi Manajemen Waktu … Mahasiswa. Observasi : Jurnal Psikologi, 2(3), 91–113. https://doi.org/10.61132/observasi.v2i3.467](https://doi.org/10.61132/observasi.v2i3.467


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.comAtau melalui aplikasi HarianjatimCom

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
punta cana : lujo, aventura y las playas más vibrantes.