Reporter: harianjatim
Surabaya-harianjatim.com. Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera sejak akhir Desember 2025 terus menimbulkan dampak serius. Banjir bandang, tanah longsor, dan gempa bumi yang terjadi hampir bersamaan telah menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ratusan rumah mengalami kerusakan parah, infrastruktur jalan dan jembatan terputus, serta ribuan keluarga membutuhkan bantuan darurat. Kondisi ini diperparah oleh cuaca buruk yang terus berlanjut, menyulitkan tim penyelamat dan relawan untuk menjangkau daerah-daerah terisolir.
Di sejumlah posko pengungsian, korban bencana menghadapi kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar seperti air bersih, makanan, dan layanan kesehatan. Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia menjadi prioritas penanganan. Tim medis yang bertugas di lokasi melaporkan peningkatan kasus penyakit seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut, dan masalah kesehatan lain akibat kondisi pengungsian yang kurang memadai.
Pemerintah pusat dan daerah telah mengaktifkan status tanggap darurat dan mengerahkan berbagai sumber daya untuk penanganan bencana. TNI, Polri, BPBD, dan Basarnas terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan korban yang masih terjebak atau hilang. Logistik bantuan berupa tenda, selimut, makanan, dan obat-obatan terus didistribusikan meski terkendala akses yang sulit.
Namun, luasnya area terdampak dan jumlah korban yang terus bertambah membuat kebutuhan bantuan masih sangat tinggi. Pemerintah mengalokasikan anggaran darurat untuk pemulihan infrastruktur dan bantuan langsung tunai bagi korban yang kehilangan tempat tinggal. Sementara itu, proses identifikasi dan pendataan korban terus dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.
Gelombang solidaritas dari berbagai lapisan masyarakat terus mengalir untuk membantu korban bencana Sumatera. Organisasi kemanusiaan, lembaga swadaya masyarakat, komunitas relawan, hingga perusahaan swasta membuka posko penggalangan dana dan pengumpulan barang bantuan. Berbagai platform digital juga digunakan untuk memudahkan masyarakat yang ingin menyalurkan donasi.
Kepedulian terhadap korban bencana juga datang dari kalangan mahasiswa. Ali Azhar D, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ciputra, menyalurkan bantuan untuk korban bencana Sumatera pada 1 Januari 2026, bersamaan dengan peluncuran usahanya di bidang komunikasi.
“Pada tanggal 1 Januari 2026, kami meluncurkan website untuk layanan Public Relations Agency sekaligus peresmian usaha baru di bidang komunikasi. Sebagai bentuk rasa syukur, kami menyalurkan donasi dengan nominal yang tidak kami publikasikan kepada saudara-saudara yang terdampak bencana di Sumatera,” kata Ali Azhar D, Founder AAD Today Universal, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima media ini,
Menurut Ali, keputusan untuk tidak mengumumkan jumlah donasi bertujuan menjaga privasi dan fokus pada manfaat bantuan bagi korban bencana.
“Kami berharap dengan adanya bantuan ini, warga Sumatera yang terdampak bencana dapat terbantu untuk keberlangsungan hidup mereka,” ujar Ali Azhar D.
Ali menyampaikan bahwa usaha yang diluncurkannya menjalin kerja sama dengan beberapa platform digital dalam pengembangannya.
“Kami meluncurkan beberapa unit usaha yang menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kolaborasi dengan Fandom dan Miraheze di bawah naungan MediaWiki,” kata Ali Azhar D.
Dalam mengembangkan platform digitalnya, Ali bekerja sama dengan Antonio Lamirez untuk aspek desain grafis. Namun, Ali menegaskan bahwa pengelolaan bisnis sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya.
“Saya mengembangkan website ini bersama rekan saya, Antonio Lamirez. Untuk pengelolaan seluruh aspek bisnis, saya yang menanganinya secara langsung,” ungkap Ali Azhar D.
Penyaluran bantuan dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan mahasiswa, menunjukkan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap sesama yang sedang menghadapi musibah. Bantuan yang terus berdatangan diharapkan dapat meringankan beban korban bencana dan mempercepat proses pemulihan pasca bencana di Sumatera.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com dan Saluran WhatsApp. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.
(rls/red)


