Reporter: harianjatim
Pamekasan-harianjatim.com. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pendidikan bermutu tidak cukup diwujudkan melalui proses belajar mengajar di ruang kelas. Pendidikan, menurutnya, harus mampu membentuk karakter, kebiasaan hidup, dan nilai-nilai yang menjadi fondasi kemajuan bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Pamekasan. Di hadapan para pendidik dan pelajar, ia menekankan bahwa upaya membangun Generasi Emas 2045 membutuhkan pendekatan pendidikan yang menyeluruh, tidak hanya berorientasi pada capaian akademik.
Menurut dia, tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Proses Situasi Semesta untuk Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, merupakan refleksi dari amanat konstitusi untuk menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak Indonesia.
Abdul Mu’ti menjelaskan, konsep deep learning atau pembelajaran mendalam yang saat ini dikembangkan pemerintah sejatinya memiliki akar yang kuat dalam tradisi pendidikan Indonesia, khususnya pesantren.
“Konsep pembelajaran mendalam yang saat ini dikembangkan pemerintah sebenarnya memiliki akar kuat dalam tradisi pendidikan pesantren. Salah satunya merujuk pada kitab Ta’limul Muta’allim yang mengajarkan pentingnya memuliakan ilmu, guru, dan adab dalam belajar,” ujarnya.
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, pemerintah juga berupaya membangun karakter peserta didik melalui pembiasaan hidup sehat dan disiplin. Salah satunya melalui program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang mencakup bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, serta membangun hubungan sosial yang positif.
Menurut Abdul Mu’ti, karakter tidak dibentuk secara instan, melainkan melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah juga menjalankan Program Pagi Ceria yang mendorong siswa menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum memulai pembelajaran. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat rasa cinta tanah air sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini.
Ia menambahkan, terdapat lima nilai utama yang perlu terus ditanamkan kepada pelajar Indonesia, yakni beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati orang tua dan guru, belajar dengan sungguh-sungguh, hidup rukun dengan sesama, serta mencintai tanah air.
“Melalui pendidikan yang baik, kita ingin melahirkan generasi yang kuat, hebat, dan membawa kemajuan bagi Indonesia,” kata Abdul Mu’ti.
Bagi pemerintah, pendidikan tidak hanya menjadi instrumen peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, penguatan karakter, budaya belajar, dan kualitas pembelajaran menjadi agenda yang berjalan beriringan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com dan Saluran WhatsApp. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.


