|| Penulis : Adenovi Siti Nurhalisa*
Kesetaraan gender merupakan kondisi ketika laki-laki dan perempuan memiliki hak, kesempatan, serta perlakuan yang setara dalam kehidupan bermasyarakat. Meski isu ini telah lama menjadi perhatian global, realitas di lapangan menunjukkan bahwa diskriminasi dan stereotip berbasis gender masih kerap ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak jarang, perbedaan perlakuan berdasarkan gender dianggap sebagai sesuatu yang wajar, sehingga banyak orang tidak menyadari dampak jangka panjang yang ditimbulkannya. Padahal, setiap individu memiliki potensi yang sama untuk berkembang tanpa dibatasi oleh jenis kelamin.
Di era modern, generasi muda sebenarnya tumbuh dalam lingkungan yang lebih terbuka terhadap perubahan sosial. Akses informasi yang luas melalui teknologi digital memungkinkan mereka memahami berbagai isu, termasuk kesetaraan gender. Namun, dalam praktiknya, masih banyak pandangan yang mengakar di masyarakat, seperti anggapan bahwa perempuan kurang pantas menjadi pemimpin atau laki-laki harus selalu terlihat kuat dan tidak boleh menunjukkan emosi. Pola pikir semacam ini secara tidak langsung membatasi kebebasan individu dalam menentukan pilihan hidupnya.
Stereotip gender masih kerap terlihat dalam lingkungan pendidikan maupun organisasi. Perempuan sering dianggap kurang tegas ketika dipercaya memimpin kelompok atau organisasi. Sebaliknya, laki-laki yang memilih bidang seperti tata boga, seni, atau pekerjaan domestik sering mendapat stigma karena dianggap tidak sesuai dengan konstruksi sosial tentang maskulinitas. Padahal, kemampuan seseorang tidak ditentukan oleh gender, melainkan oleh kompetensi, pengalaman, dan tanggung jawab yang dimiliki.
Ketimpangan serupa juga tampak di dunia kerja. Tidak sedikit perusahaan yang masih menempatkan laki-laki sebagai pilihan utama untuk menduduki posisi tertentu karena dianggap lebih mampu bekerja di bawah tekanan. Di sisi lain, perempuan kerap dipandang kurang fokus ketika telah berkeluarga, sehingga peluang mereka untuk berkembang menjadi lebih terbatas. Jika pandangan seperti ini terus dipertahankan, maka cita-cita mewujudkan kesetaraan gender hanya akan menjadi wacana tanpa implementasi nyata.
Di tengah perkembangan teknologi digital, media sosial turut memainkan peran penting dalam membentuk cara pandang generasi muda terhadap isu gender. Sayangnya, tidak semua konten di ruang digital mendorong nilai kesetaraan. Banyak narasi yang justru memperkuat stereotip lama, seperti anggapan bahwa perempuan hanya cocok mengurus rumah tangga atau laki-laki wajib menjadi pencari nafkah utama. Selain itu, komentar negatif hingga perundungan digital kerap muncul ketika seseorang dianggap tidak sesuai dengan standar gender yang diyakini masyarakat. Karena itu, literasi digital dan penggunaan media sosial secara bijak menjadi kebutuhan penting untuk mencegah reproduksi diskriminasi gender.
Kesadaran mengenai pentingnya kesetaraan gender perlu ditanamkan sejak dini, terutama melalui pendidikan. Sekolah dan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun pola pikir generasi muda agar lebih menghargai perbedaan dan tidak membatasi seseorang berdasarkan gender. Lingkungan pendidikan yang inklusif akan membantu peserta didik mengembangkan rasa percaya diri serta memberikan ruang yang adil bagi setiap individu untuk menunjukkan potensinya.
Selain pendidikan, keluarga juga menjadi fondasi utama dalam membentuk cara pandang anak terhadap kesetaraan gender. Orang tua perlu memberikan kesempatan yang sama kepada anak laki-laki maupun perempuan dalam belajar, berpendapat, serta menentukan cita-cita. Sikap adil dalam keluarga dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi stereotip gender yang selama ini tumbuh di masyarakat. Ketika nilai-nilai tersebut ditanamkan sejak kecil, generasi muda akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih terbuka dan menghargai keberagaman.
Generasi muda sendiri memiliki peran besar sebagai agen perubahan sosial. Dengan dukungan teknologi dan jejaring sosial yang luas, mereka memiliki peluang untuk menyebarkan edukasi mengenai pentingnya menghormati hak dan kesempatan setiap individu tanpa memandang gender. Sikap saling mendukung dan menghargai dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat, nyaman, dan harmonis. Pada dasarnya, kesetaraan gender bukan tentang siapa yang lebih unggul, melainkan tentang menghadirkan keadilan bagi semua orang.
Kesimpulan
Kesetaraan gender merupakan nilai fundamental yang harus diwujudkan dalam kehidupan masyarakat modern. Masih adanya diskriminasi dan stereotip menunjukkan bahwa pemahaman mengenai kesetaraan belum sepenuhnya berkembang secara merata. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pendidikan, keluarga, dan lingkungan sosial untuk membangun pola pikir yang lebih adil dan terbuka.
Generasi muda diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan bebas diskriminasi. Dengan tumbuhnya kesadaran terhadap pentingnya kesetaraan gender, setiap individu akan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkontribusi, dan meraih masa depan tanpa dibatasi oleh konstruksi sosial yang tidak adil.
||* Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang.
Referensi
Judiasih, S. D. (2022). Implementasi Kesetaraan Gender dalam Beberapa Aspek Kehidupan Bermasyarakat di Indonesia. ACTA DIURNAL Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan.
Lubis, R., & Triadi, I. (2023). Menganalisis Kesetaraan Gender dalam Perspektif Konstitusi (Studi Tentang Perlindungan Hak Asasi Manusia). Indonesian Journal of Law and Justice.
Ratnawati, D., Sulistyorini, & Abidin, A. Z. (2019). Kesetaraan Gender tentang Pendidikan Laki-Laki dan Perempuan. Jurnal Harkat: Media Komunikasi Gender.
Roziqin, A. (2019). Pendidikan Berbasis Kesetaraan Gender di Provinsi Jawa Tengah. SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 16(2).
Septiyani, D., Esterilita, M., & Trustisari, H. (2024). Kesetaraan Gender dalam Sistem Pendidikan Nasional: Analisis Literatur Review. Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora, 2(7), 295–300.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com dan Saluran WhatsApp. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.


