KB PII Pamekasan Siapkan TK Insan Cendekia, Usung Pendidikan Karakter Berbasis Islam dan Fitrah

  • Bagikan
KB PII Pamekasan saat rapat membahas kesiapan TK Insan Cendekia (Dok. Ist)

Pamekasan – harianjatim.com Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Pamekasan tengah mematangkan rencana pendirian TK Insan Cendekia sebagai kelanjutan dari pengembangan Insan Cendekia Daycare. Berbeda dengan sebagian besar taman kanak-kanak yang masih berorientasi pada kemampuan akademik dini, lembaga ini ingin menempatkan pembentukan karakter sebagai fondasi utama pendidikan anak.

Perwakilan KB PII Pamekasan, Mohammad Bustanol Husein atau yang akrab disapa Inung, mengatakan proses pendirian sekolah masih berada pada tahap pematangan konsep. Karena itu, organisasi memilih menghimpun berbagai masukan dari praktisi pendidikan, pengurus, dan alumni sebelum melangkah ke tahap pembangunan.

“Yang ingin kami bangun bukan sekadar gedung sekolah, tetapi ekosistem pendidikan. Kami ingin memastikan bahwa TK Insan Cendekia benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat dan memiliki konsep yang matang,” ujar Inung.

Menurut dia, rapat yang digelar secara daring pada Senin (27/7) menghasilkan kesepakatan bahwa pengembangan Daycare harus tetap menjadi prioritas. Daycare dipandang sebagai fondasi sekaligus sumber utama calon peserta didik sebelum TK mulai beroperasi.

Selain itu, peserta rapat juga menyepakati perlunya studi kelayakan melalui penyebaran kuesioner kepada wali murid dan masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan keberadaan TK benar-benar menjawab kebutuhan pendidikan anak usia dini di Pamekasan.

“Mayoritas peserta mengusulkan agar kami tidak terburu-buru. Konsep pendidikan harus kuat, kebutuhan masyarakat harus dipetakan, baru kemudian pembangunan dilakukan secara bertahap,” katanya.

Inung menjelaskan, konsep TK Insan Cendekia disusun dengan menggabungkan pendidikan berbasis fitrah, nilai-nilai Islam, serta pembiasaan disiplin yang mengadopsi praktik baik pendidikan Jepang. Fokus utamanya adalah membentuk anak yang mandiri, percaya diri, memiliki adab, serta senang belajar.

Ia menambahkan, kemampuan membaca, menulis, dan berhitung tidak akan menjadi orientasi utama pembelajaran pada usia taman kanak-kanak.

“Kami ingin anak-anak mencintai proses belajar. Kemampuan akademik tetap penting, tetapi tidak boleh mengorbankan masa emas pembentukan karakter mereka,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, lanjut Inung, muncul pula usulan agar KB PII melibatkan konsultan pendidikan, psikolog anak, dan tenaga profesional lainnya untuk menyusun kurikulum, sistem pembelajaran, hingga standar operasional sekolah secara komprehensif.

Saat ini, KB PII Pamekasan telah menyiapkan rancangan pembangunan gedung tiga lantai yang akan difungsikan sebagai TK Insan Cendekia, kantor yayasan, dan sekretariat organisasi. Total kebutuhan anggaran tahap pertama diperkirakan mencapai Rp645 juta, sementara dana yang telah tersedia sekitar Rp80 juta.

Meski demikian, Inung menegaskan bahwa pembangunan fisik bukan menjadi target utama saat ini.

“Yang paling penting adalah memastikan fondasi pendidikannya kuat. Kami ingin menghadirkan sekolah yang benar-benar mampu membentuk generasi yang berakhlak, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan, bukan sekadar menambah jumlah lembaga pendidikan,” katanya.

Menurutnya, pendirian TK Insan Cendekia merupakan bagian dari komitmen KB PII Pamekasan untuk memperluas kontribusi organisasi di bidang pendidikan setelah empat tahun mengembangkan layanan Daycare yang kini melayani sekitar 37 anak.(*/kbpiipamekasan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Nordicnodes | smarter infrastructure for digital operators.