Reporter : Junaidi
Sumenep – Harianjatim.com, Menjelang akhir tahun anggaran 2021, realisasi program Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur belum terserap semua. Bahkan, terdapat pekerjaan sejumlah penerima masih 0 persen.
Data Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPR-KP dan CP) Kabupaten Sumenep, hingga akhir November 2021 baru terserap sebesar Rp720 juta dari anggaran sebesar Rp900 juta.
“Serapan anggaran DAK (dana alokasi khusus) ada sedikit keterlambatan faktor di penerima,” kata Beny Irawan, Kepala Bidang Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Dinas PR-KP dan Cipta Karya Sumenep.
Beny mengatakan, anggaran untuk program BSRS bersumberkan dari APBN. Tahun 2021 kata dia Sumenep mendapatkan anggaran sebesar Rp900 juta yang dialokasikan kepada 45 rumah tidak layak huni.
Baca Juga :
- Kekerasan Militer: Wajah Buruk Negara di Papua
- Nakhodai AMDATARA, Karyanto Wibowo Siap Bawa Kemajuan bagi Industri AMDK
- Tebar Manfaat di Usia ke-77, Puluhan Anak dan Lansia Serbu Bakti Sosial Kesehatan Klinik Az-Zainiyah
- Korlantas Mulai Terapkan ETLE Awasi Pelanggaran Lalu Lintas
- Kritik Perbup Busana Budaya Keraton, Budayawan: Martabat Sejarah dan Kebudayaan tidak Bisa Dipaksakan
Salah satu faktor keterlambatan itu kata dia karena kurangnya pemenuhan tukang. Selain itu dampak penentuan hari pelaksanaan kapan akan dilaksanakan oleh penerima.
“Serapan itu faktor pemenuhan tukang dan dari penerima bantuan menentukan hari baik,” jelas dia.
Beny merinci terdapat 28 unit rumah yang saat ini sudah mencapai 100 persen, 10 unit masih dikisaran 30-100 persen, 3 unit baru dimulai dan masih 0-30 persen dan 4 unit masih 0 persen.
Kendati begitu, Beny mengaku terus melakukan trobosan sehingga waktu yang tersisa satu bulan kedepan, program tersebut bisa terselesaikan.
“Kita tetap upaya untuk menuntaskan,” tegad dia.
(Jd/Wait)


