Reporter : Junaidi
Sumenep – Harianjatim.com, Tiga kepala desa hasil pemilihan kepala desa serentak tahuh 2021 di Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Jawa Timur resmi dilantik. Pelantikan dilakukan bersamaan 88 kepala desa yang lain di Pendopo Keraton Sumenep, Kamis, (16/12/2021).
Usai pelantikan, Kepala Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan Junaidi menyampaikan ucapan selamat kepada kepala desa terpilih yang telah dilantik.
“Kami ucapkan selamat kepada tiga kepala desa yang dilantik hari ini. Mulailah bekerja, dan jangan sia-siakan kepercayaan masyarakat,” kata Junaidi.
Tiga kepala desa yang dilantik itu diantaranya Subhan sebagai Kepala Desa Prancak, Abpaisol sebagai kepala desa Lebeng Timur dan Suhanto, S.Pd sebagai kepala desa Soddara.
Junaidi berharap kepada kepla desa yang baru dilantik mampu mengemban tugas dan tanggungjawab dengan baik. Terutama mengenai pengelolaan dan keuangan desa.
Mantan aktivis Malang itu meminta untuk mengoptimalkan dalam membuat trobosan baru, sehingga bisa membuat desa semakin maju yang bisa berimbas pada kesejahteraan masyarakat.
“Harapan kami kepala desa yang baru dilantik ini bisa membawa perubahan agar desa kedepan lebih baik, utamanya bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat,” jelas dia.
Selain itu Junaidi juga mengajak masyarakat di tiga desa itu untuk mendukung penuh atas kebijakan yang akan dilakukan kedepan. Sehingga upaya yang dilakukan pemerintah desa bisa berhalan dengan baik.
Sebab, kata dia sejak dilantiknya kepala desa terpilih sudah menjadi panotan semua masyarakat di desa masing-masing, dan sudah tidak ada lagi yang namanya kubu.
“Makanya kami mengajak semua bersatu untuk mendukung kades terpilih untuk membangun desanya kedepan,” terang dia.
Baca Juga :
- Kekerasan Militer: Wajah Buruk Negara di Papua
- Nakhodai AMDATARA, Karyanto Wibowo Siap Bawa Kemajuan bagi Industri AMDK
- Tebar Manfaat di Usia ke-77, Puluhan Anak dan Lansia Serbu Bakti Sosial Kesehatan Klinik Az-Zainiyah
- Korlantas Mulai Terapkan ETLE Awasi Pelanggaran Lalu Lintas
- Kritik Perbup Busana Budaya Keraton, Budayawan: Martabat Sejarah dan Kebudayaan tidak Bisa Dipaksakan
(Jd/Wait).


