Bojonegoro, Jamkesnews – Banyak manfaat yang dirasakan oleh Ratih Kusumaningtyas (28) warga Kecamatan Tuban sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Ibu dua anak yang akrab disapa Ratih ini sudah memanfaatkan kepesertaan JKN-KIS untuk dua kali proses persalinan sesar kelahiran buah hatinya. Ratih terdaftar sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 2 sejak tahun 2018 dengan jumlah 4 orang terdaftar.
“Dua kali menggunakan JKN-KIS untuk operasi sesar saat melahirkan anak pertama dan kedua, Alhamdulillah semua lancar tanpa kendala. Saya sangat dipermudah dengan adanya JKN-KIS ini karena kita tidak perlu lagi memikirkan biaya untuk persalinan, semuanya sudah dijamin oleh BPJS Kesehatan. Pelayanan di Rumah Sakit Koesma juga sangat memuaskan, cekatan dan tidak pilih kasih dalam melayani peserta. Saya dan anak dipulangkan dalam keadaan kondisi yang benar-benar pulih,” tegas Ratih.
Sempat panik karena telat membayar iuran JKN-KIS pernah dialami Ratih pada akhir tahun 2019. Selama 2 bulan ia belum dapat membayar iuran karena kondisi ekonomi yang tidak menentu saat itu. Kejadian tersebut tidak ingin terulang lagi, mengingat betapa berharganya program ini saat kondisi sakit yang membutuhkan banyak biaya. Ia juga menceritakan bahwa pelayanan di rumah sakit pada saat rawat inap itu tidak dibatasi layanannya sepanjang sesuai dengan indikasi medis bahwa pasien harus dirawat sampai sembuh.
“Ada yang menceritakan kalau rawat inap dengan menggunakan layanan JKN-KIS akan dibatasi waktunya. Tapi saya membuktikan sendiri jika yang disampaikan itu tidak benar. Semua akan dilayani sampai sembuh dan saya dipulangkan dengan baik sesuai dengan kondisi sampai pulih kembali,” terang Ratih.
Selain menggunakan JKN-KIS untuk melahirkan, Ratih juga menceritakan kemudahannya saat harus mengantar sang suami untuk ke poli orthopedi saat melakukan fisioterapi. Ratih pun berharap kemudahan yang ia rasakan dapat juga dirasakan oleh semua orang dan yang terpenting agar masyarakat Indonesia selalu menjaga kesehatan. Dirinya pun juga menyarankan kepada teman dan kerabatnya untuk selalu menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup sehat dan tentunya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.
“Semua menjadi mudah berkat adanya JKN-KIS, yang mana terakhir kali saya menggunakannya pada saat suami melakukan fisioterapi, tidak berbelit-belit dan tanpa kendala. Terima kasih BPJS Kesehatan, semoga seluruh masyarakat dapat merasakan kemudahannya dan yang terpenting selalu jaga kesehatan. Semoga program ini dapat berlangsung lama dan bermanfaat untuk kita semua,” tutup Ratih. (ru)


