Reporter : Junaidi
Sumenep-harianjatim.com. Ratusan mahasiwa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumenep melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sumenep, Jawa Timur, Senin, (11/4/2022).
Mereka melakukan aksi unjuk rasa menggunakan pengeras suara dengan pengawalan ketat dari jajaran Kepolisian dan TNI. Setidaknya terdapat 475 personel gabungan diterjunkan.
Tidak hanya itu, pengamanan dilakukan menggunakan kawat berduri yang dipasang membentang mulai dari pintu masuk hingga pintu keluar gedung DPRD Sumenep di Jln. Trunojoyo Sumenep.
Seperti aksi pada biasanya, mahasiswa melakukan orasi secara bergantian. Namun, massa aksi yang cukup banyak, jalan utama tidak bisa dilalui kendaraan bermotor.
Aksi kali ini mereka membawa empat tuntutan sebagaimana dalam rilis yang disebar oleh mahasiswa.
Tuntutan pertama menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kedua menolak penundaan Pemilu, ketiga menola kenaikan PPN dan tuntutan keempat menolak kenaikan harga minyak goreng dan bahan pokok lainnya.
Dua Anggota Dewan Ditolak Massa

Setelah lama berorasi, dua anggota DPRD Sumenep yakni H. Masdawi dari Fraksi Demokrat dan Abu Hasan dari Fraksi PKB hadir ditengah massa aksi. Namun, kedatangan mereka berdua tidak dihiraukan karena massa aksi meminta bertemu langsung dengan Ketua DPRD Sumenep dan semua atau 50 wakil rakyat atau Ketua DPRD Sumenep dengan semua Ketua Fraksi di gedung parlemen.
Setelah negosiasi, akhirnya mereka berdua dengan pengawalan ketat akhirnya mereka berdua kembali masuk ke dalam gedung DPRD Sumenep. Sementara massa aksi tetap melakukan orasi menggunakan pengeras suara.
Kawat Berduri Rusak

Selang beberapa waktu kemudian, massa aksi semakin bringas. Bahkan menarik kawat berduri yang dipasang oleh petugas kepolisian.
Kawat berduti yang sebelumnya terpasang membentang dari pintu masuk hingga pintu keluar, akhirnya ditarik dan dikumpulkan di depan gedung DPRD Sumenep.
Saat mahasiswa menarik kawat berduri tidak ada perlawanan dari petugas keamanan. Hanya saja petugas keamanan mengimbau kepada mahasiswa untuk tetap humanis saat menyampaikan aspirasinya.
Humbauan tersebut disampaikan menggunakan mega pon oleh salah satu anggota Polisi. Meski tidak dihiraukan, himbauan tersebut tetap dilakukan hingga beberap kali dilakukan.
Paksa Masuk Gedung DPRD Sumenep

Setelah kawat pagar berduri rusak, semangat massa aksi terus berkobar. Negoisasi tidak berhasil, massa aksi menerobos pintu masuk gedung DPRD Sumenep hingga rusak dan sebagai pagar roboh.
Setelah itu, massa berbindong-bondong masuk ke halaman gedung DPRD Sumenep. Sebagian massa aksi menaiki tempat patung kuda yang ada di depan Kantor DPRD Sumenep. Sebagian yang lain berada di halaman gedung wakil rakyat di Sumenep itu.
Sebelumnya diberitakan, Sebanyak 475 perosonel gabungan akan mengawal pelaksanaan aksi demonstrasi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang bakal berlangsung di depan Gedung DPRD Sumenep hari ini, Senin, (11/4/2022).
Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolres Sumenep AKBP Rahman Riayadi. Saat ini pengawalan dan pengamanan unras dari mulai awal sampai selesai, dengan menerjunkan personil pengamanan sebanyak 475 terdiri dari Polri 280 orang, TNI 130 orang, Satpol PP 50 orang dan Dishub 15 orang.
Saat pengamanan aksi demonstrasi yang akan dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Sumenep itu, Anggota Polru tidak diperbolehkan membawa senjata api. Hal itu sesuai atensi Kapolri yang mengintruksikan kepada seluruh jajaran untuk tidak ada anggota yang membawa senjata api
Polres Sumenep memastikan lokasi, benda-benda dan orang-orang yang terlibat unras dapat berjalan dengan baik sehingga aksi unras dapat berlangsung secara tertib, dan tercipta situasi yang kondusif saat pelaksanaan unras. Diharapkan semua pihak saling menjaga, dan tidak melakukan tindakan yang dapat memancing gangguan kamtibmas.
“Kita harapkan, dan kita minta, untuk seluruh mahasiswa yang ikut unras untuk tertib saat melaksanakan unras. Begitupula petugas yang melakukan pengamanan secara humanis tidak terpancing dengan situasi yang mengarah kepada arogansi , agar dijaga adik-adik mahasiswa, diantisipasi apabila ada oknum-oknum yang mencoba mengambil kesempatan, dan membuat keributan saat mahasiswa melakukan unras,” tegas Kapolres Sumenep.
Baca Juga : 475 Personel Gabungan Kawal Demo di Sumenep
(WD/HMS)


