Reporter : Junaidi
Sumenep-harianjatim.com. Petambak garam konvensional di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mengalami gagal panen perdana tahun 2022 akibat cuaca buruk.
“Mestinya Agustus ini petambak garam sudah lakukan panen raya, karena faktor cuaca belum paanen,” kata Suri, salah satu petambak garam asal Kecamatan Kalianget, pada media ini.
Kata dia beberapa waktu lalu di wilayahnya hujan dengan intensitas sangat lebat selama kurang lebih tiga hari berturut-turut.
Kondisi tersebut menyebabkan garam yang sudah siap dipanen menjadi gagal. “Petambak garam harus memproses lagi dengan cara menguras air laut yang bercampur hujan,” jelasnya.
Hal itu juga dikatakan oleh Kepala Desa Pinggir Papas Kecamatan Kalianget, Sumenep Ubaidilah. Menurutnya, jika cuaca bagus pertengahan Agustus mestinya petambak garam sudah mulai panen raya. “Saat ini masih jauh dari harapan,” katanya.
Dikatakan, jika dihitung 90 persen wara Desa Pinggir Papas berprofesi sebagai petambak garam. Saat ini hanya sebagian kecil yang mulai panen.
Dia memprediksi warganya baru bisa panen garam perdana bisa dilakukan, dan puncak panen raya terjadi pada September mendatang. “Tapi, itu kembali pada kondisi cuaca. Jika normal maka September bisa jadi puncak panen,” tehas dia.
Baca Juga : Presiden Jokowi ke Sumenep, Warga Pulau Gili Raja Minta Perhatikan Nasib Petambak Garam
(Jd/Red)


