Reporter : Junaidi
Sumenep-harianjatim.com. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mencatat sebanyak 20 desa masuk wilayah rawan kekeringan. 20 desa tersebut berada di kepulauan.
“Ada sekitar 20 desa yang rawan terjadi kekeringan disaat musim kemarau,” kata Abd. Kadir, Kepala BPBD Kabupaten Sumenep,
20 desa itu tersebar di lima kecamatan di kepulauan, diantaranya empat desa di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, 4 desa di Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, 1 Desa berada di Kecamatan/Pulau Sapeken, 2 desa di Kecamatan/Pulau Masalembu, 1 desa di Kecamatan/Pulau Raas, tiga desa di Kecanatan Nonggunong, Pulau Sapudi, dan 4 desa di Kecamatan Gayam Pulau Sapudi aerta 1 desa di Kecamatan Gili Genting.
“Jadi tidak semua desa yang mengalami kekeringan, hanya sebagian saja,” ungkap dia.
Untuk menanggulangi desa yang rentan terjadi kekeringan itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sebab, penanganannya berbeda dengan daerah kekeringan di wilayah daratan, yakni memerlukan fasilitas yang cukup.
Jika di daerah daratan bisa dilakukan menggunakan armada milik PDAM, namun untuk di kepulauan belum bisa karena keterbatasan armada.
”BPBD juga akan berupaya bekerjasama dengan pengelola perahu rakyat yang dikengkapi tandon air untuk menyuplai air bersih ke wilayah Kepulauan,” jelas dia.
Namun sejauh ini, pihaknya belum menerima laporan atau pengajuan bantuan air bersih baik di wilayah kecamatan kepulauan maupun daratan.
Baca Juga : Dompet Dhuafa Gandeng Bank Danamon Gulirkan Sumur Wakaf Atasi Kekeringan dan Sanitasi Air Bersih
(Jd/Red)


