Reporter: Ryan
Pamekasan-harianjatim.com. Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (Peradaban) menggelar sarasehan media, Ahada, (27/11/2022) di Lantai dua Aula Al-Majidiyah, Pamekasan.
Acada dengan tema “Mengukir Perdaban Pesantren Melalui Literasi Media” berjalan khidmat hingga selesai. Tampak hadir pada acara dimaksud Dr. H. Nurul Hadi ketua panitia Pena Santri, Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif Ketua DPP Peradaban, Sairil Munir Ketua Bidang hubungan media DPP Peradaban, Drs. Khalil Asy’ari Ketua Pengurus PP. Darul Ulum Banyuanyar.
Selain itu juga dihadiri pemateri Lukman Hakim, Pimpinan JPRM, Abd. Aziz selaku Dewan Etik PWI Pamekasan. Peserta terdiri dari ketua Osis SMA, MA, MDU, MTs, Pengurus Majalah Al-ikhwan, Mahasiswa dan alumni.
Ketua Panitia Pena Santri Dr. H. Nurul Hadi mengatakan, peran Santri dalam mengukir peradaban pesantren perlu didukung dengan massifnya informasi di berbagai media, langkah itu perlu ditempuh dengan adanya gerakan literasi digital dalam mengakselerasikan peran dakwah pesantren untuk masyarakat umum.
“Pesantren dan media sama-sama penting untuk membangun peradaban manusia Indonesia, Pondok Pesantren jadi pusat keilmuan, sedangkan media sebagai penyalur keilmuan kepada masyarakat lebih luas,” katanya, Minggu,
Dia menjelaskan Pondok Pesantren Banyuanyar yang berdiri 1787 Masehi jauh sebelum republik ini merdeka sudah tidak bisa diragukan lagi kontribusinya kepada masyarakat, selama kurang lebih 235 tahun tidak pernah absen dalam memberikan kontribusi.
“Momentum Hari Santri Nasional ini jadi bagian penting juga untuk terlibatnya Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (Peradaban) dalam mengejawntahkan nilai dakwah melalui serasehan media,” tutur dia.
Pentas Nasional Santri (PENA SANTRI), kata Nurul Hadi, menjadi salah satu sarana yang dinginkan menjadi corong dakwah dari Pondok Pesantren Banyuanyar untuk Indonesia.
“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini dapat melahirkan penulis yang profesional,” harapnya.
Abd. Aziz, Dewan Etik PWI Pamekasan, menyampaikan pentingnya santri belajar jurnalistik disertai dengan melek terhadap kemajuan teknologi yang ada di zaman terbaru ini.
“Peran dan pengaruh santri sangat berpengaruh terhadap kemajuan intelektual pemuda. Segala bentuk aktivitas dalam kehidupan santri terutama sebagai mahasiswa akan memiliki tujuan yang konkrit untuk semua orang,” jelasnya.
Abd. Aziz mantan ketua PWI Pamekasan, juga mengatakan bahwa adanya teknologi yang berkembang menuntut para santri untuk terjun ke dunia digital dalam ranah dakwah untuk menjaga elektabilitas agama Islam.
“Dakwah merupakan suatu kegiatan keagamaan yang ditujukan untuk menyeru dan mengajak umat manusia supaya dapat menuju jalan kebaikan yang mana telah ditunjukkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya Nabi Muhammad SAW,” terang dia.
Baca Juga : Berikut Rencana Perubahan Dapil di Pamekasan pada Pemilu 2024
(Rn/Red)


