Ditemukan manuskrip kuno di Gelaman Kepulauan Kangean

  • Bagikan

Reporter : Ponirin Mika

Kangean.HarianJatim.Com- Tim Dreamsea menemukan manuskrip kitab kuno yang berumur ratusan tahun di Desa Gelaman, Kepulauan Kangean, Sumenep, Madura.

Dreamsea bekerjasama dengan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat Universitas Islam Negeri (PPIM-UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta dan Pusat Pengkajian Budaya Manuskrip atau Center for the study of Manuscript Culture (CSMC) Universitas Hamburg, Jerman dan ARCADIA dari Inggris mengadakan program kerja sama Digital Repository of Endanger and Affected Manuscript in Southeast Asia (DREAMSEA).

Setelah melakukan perjalanan ke Kangean. Tim menemukan kitab yang di tulis pada tahun 1800 kisaran abad 18 dan 19. Hal ini disampaikan Kiai Ahmad Ginanjar Sya’ban Koordinator tim dreamsea pusat.

“Kitab ini merupakan manuskrip kuno yang di miliki Datok Karaeng Pattas,” katanya.

Ginanjar menjelaskan, setidaknya dapat ditemukan pada manuskrip ini. Mulai dari tulisan, bahan, dan juga nama kitab yang tertulis pada halaman pembuka.

“Beberapa hal yang dapat disimpulkan bahwa manuskrip kitab kuno yang ada di Langger Raje Gelaman ini, yaitu mulai dari kertas duluwang, tulisan, nama kitab dan juga tahun tamat penulisan, serta catatan pinggir si pemilik,” imbuhnya.

Ia menambahkan, sebanyak 50 lebih kitab yang ada di Langger Raje yang saat ini menjadi Masjid merupakan kitab kurikulum pertama di Nusantara.

“Sebelum kurikulum atau kitab-kitab dipelajari di Pondok Pesantren saat ini. Kitab ini terlebih dahulu dipelajari oleh masyarakat Nusantara. Ginanjar bahkan menyebutkan, tidak hanya di Nusantara tapi diberbagai negara lebih-lebih di Asia. Datok Karaeng ditengarai ulama yang pertama kali menyebarkan ilmu-ilmu agama di Gelaman, Kangean.

Menurutnya, kurikulum sebelum kurikulum atau kitab yang di kaji di pesantren adalah kitab Al-idhoh (fikih), Samarqondi, balaqhah, Mantiq, Sittin, Bayanul Alif dan banyak lainnya.

“Kitab itu kita temukan di Gelaman, Arjasa Kepulauan Kangean,” tegasnya.

Sementara menurut Sanrawi salah satu keluarga Datok Karaeng sekaligus sebagai penerus perjuangan beliau, ia mengatakan bahwa manuskrip kitab kuno jumlahnya sangat banyak. Namun sebagian ada yang sudah mulai rusak dan ada yang masih utuh.

Sebagian manuskrip kitab kuno yang ada di Masjid Datok Karay Gelaman, Kangean Madura

“Kitab itu tersimpan rapi di lemari masjid Datok Karay dan sebagian ada di lemari rumah saya. Alhamdulillah masih banyak yang terawat rapu hingga sekarang,” ucapnya.

Ia juga menceritakan sebagian dari kitab itu pernah diajarkan oleh Datok Karaeng Pattas kepada masyarakat di Gelaman.

“Termasuk kitab yang diajarkan pada masyarakat adalah kitab Samarqondi, Bayanul Alif tentu juga kitab lainnya,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ahmadullah meminta tradisi keilmuan dihidupkan kembali sebagaimana yang pernah dilakukan para leluhur.

“Saya berharap ada yang menghidupkan tradisi halaqah keilmuan supaya kitab yang ada bisa dikaji dan tradisi keilmuan tetap mengalir,” pintanya..

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Exact matches only. Frozen bounce house. 🏖️ ofertas punta cana.