Surabaya – Pada Bulan Juni 2022, Tim Dosen Prodi S1 Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya yang diketuai Prof. Anang Kistyanto, dengan anggota Dr. Ulil Hartono, Yuyun Isbanah, Fandi Fatoni, and Sista Paramita melakukan program pengabdian di Desa Punggul Sidoarjo dengan pendanaan dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Unesa.
UKM Tas dan Topi Desa Pungul Sidoarjo menghadapi masalah pemasaran yang belum terintegrasi dan optimalisasi SDM. Komunikasi pemasaran yang belum terintegrasi, membuat pengrajin di desa Punggul hanya mengandalkan pembeli yang datang ke toko mereka, padahal selama pandemi mobilitas manusia sangat dibatasi.
Hal ini menyebabkan perputaran barang dan pasar mereka sangat terbatas. Solusi yang ditawarkan kepada UKM Tas dan Topi desa Punggul adalah tim PKM mencoba mengenalkan komunikasi pemasaran yang terintegrasi dengan memanfatkan media social secara optimal
Metode pelaksanaan pelatihan menggunakan teknik tutorial dan ceramah dan pendampingan. Oleh karena lokasi keberadaan Tim pelaksana dan para mitra ini berada pada lokasi yang tidak terlalu jauh, maka kegiatan PKM ini dilakukan dengan cara luring, dimana tim PKM akan melakukan pelatihan secara Luring dan pendampingan berkala secara hybrid.

UKM tas dan topi di desa Pungul akan didampingi untuk memiliki sarana komunikasi pemasaran terintegrasi. UKM desa Pungul akan membuat Instagram dan WA bisnis, sehingga diharapkan pasar yang dijangkau akan lebih luas dan penjualan akan meningkat

Hasil evaluasi pelaksanaan pelatihan juga dilakukan untuk mengetahui sejauh mana peserta pelatihan memahami materi yang disampaijkan. Instrument pertanyaan terdiri dari dua indikator, yaitu kepuasan pelaksanaan pelatihan, dan kemampuan narasumber yang diukur dengan menggunakan lima skala likert.
Hasil pengukuran kepuasan pelaksanaan pelatihan menggunakan enam instrument pertanyaan,yaitu tentang tema pelatihan, ketepatan waktu, kualitas materi, suasana pelatihan, sarana prasarana, dan pelayanan panitia.
Rata-rata respon kepuasan peserta pelatihan dalam kategori tinggi. Peserta secara umum merasa puas terhadap kegiatan pelatihan, namun konsumsi yang disediakan menjadi aspek yang harus diperbaiki dimasa yang akan datang.


