SDM yang Islami Mewujudkan cita-cita Ideal Organisasi

  • Bagikan

Oleh : Ponirin Mika*

Probolinggo.HarianJatim.Com- Sebuah perusahaan dan organisasi apapun membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas untuk mengawal visi-misinya. Sebuah institusi yang tidak memiliki SDM unggul akan sulit berkembang, dan melaksanakan program dengan cepat dan efisien.

Kinerja bagus dari pengelola perusahaan dan organisasi merupakan salah satu unsur penting. Islam telah mengajarkan bahwa seorang yang memilki pribadi yang baik akan mampu memberikan dampak positif bagi apapun, termasuk pada organisasi.

Seperti apa yang dimaksud manusia baik tersebut? Setidaknya kategori SDM yang berkualitas itu apabila tertanam pada dirinya sifat-sifat ini; pertama: taat kepada Allah dan Rasulnya. Kedua: Istikamah. Keempat: Adil. Kelima: Cakap dan terampil

Kelima sifat tersebut menjadi tanda bagi seseorang yang mempunyai kepribadian yang baik dan unggul.

Oleh karenanya, perusahan atau pun organisasi harus melakukan seleksi ideal. Tidak berdasarkan kedekatan, ketidaknyamanan dan bahkan titipan dari rekan sejawat ataupun bahkan dari unsur keluarganya. Hal ini diharapkan agar SDM yang akan memikul beban tanggung jawab di tubuh organisasi bisa mewujudkan semangat dan cita-cita organisasi.

Negara jepang pernah diperkirakan akan mengalami kemajuan apabila usianya sudah masuk ribuan bahkan puluhan ribu tahun. Tapi dengan SDM yang dimiliki Negara ini, akhirnya Jepang menjadi Negara maju bahkan disegani oleh banyak Negara.

Weber seorang sosiolog terkemuka mengatakan bahwa pemimpin perlu menerapkan etika protestan dalam mengelola bisnis. Kata Weber etika protestan merupakan kunci keberhasilan ekonomi. Pendapat Weber tersebut dikaji oleh Robert Bellah. Ia heran terhadap bangsa Jepang yang menurut pakar dunia bahwa Jepang setelah Herosima di bom, untuk menstabilkan ekonominya di prediksi membutuhkan ribuan tahun. Tetapi kenyataannya berapa puluh tahun saja Jepang telah mampu menstabilkan ekonominya. Robert Bellah mengatakan Jepang melaksanakan apa yang terkandung dalam etika protestan, yaitu mengajarkan orang jujur, disiplin, kerja keras, menghargai kinerja, menghargai waktu, evaluasi terus menerus, patuh pada nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

Jauh sebelum etika protestan itu muncul, Islam telah menyebutkan dalam kitab suci umat Islam (Alqur’an) mengajarkan hal-hal tersebut. Terdapat dalam Alquran surah Al Qashash 77, Al-jumuah 11, at-Taubah 105, bekerja merupakan mukmin yang sukses (Al-Mukminun 3), Islam mengangkat nilai-nilai kerja (Al-Baqarah 110, An-Nahl 97; Islam melarang berusaha secara batil (An-Nisa 29); Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri berusaha keras untuk mengubahnya.

Rasulullah dan para sahabatnya telah menjadi profil ideal dalam menjalankan organisasi kemasyarakatan, dan ia pula berhasil menjadi pemimpin. Sebab Alqur’an telah memberikan tips menjadi manusia ideal.

Menjadi pribadi islami merupakan sebuah keharusan untuk mewujudkan cita-cita ideal sebuah perusahaan atau organisasi. Jika tidak, sebuah organisasi akan mengalami kegagalan demi kegagalan.

*Ketua Lakpesdam MWCNU Paiton Probolinggo dan Anggota Community of Critical Sosial Research.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Viajes a punta cana. Free ad network. Explore the depths… proffound fistival.