Reporter: junaidi
Sumenep-harianjatim.com. Forum Alumni HMI Wati (Forhati) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mengadakan sekolah keterampilan berupa pelatihan pembuatan kain ecoprint. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya peningkatan ekonomi terutama bagi kalangan emak-emak.
Pelatihan yang digelar di Desa Tobungan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pemekasan itu terselenggara atas kerjasama dengan Forhati Kabupaten Pamekasan. Setidaknya terdapat 20 emak-emak mengikuti acara tersebut.
Ketua Forhati Sumenep Mas’udah mengatakan, dilaksanakannya kegiatan tersebut sebagai upaya Forhati Sumenep untuk meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga atau emak-emak.
Dengan keterampilan, kata dia upaya untuk memajukan ekonomi kretaif akan lebih mudah. Diharapkan kegiatan tersebut bisa dikembangkan di daerah masing-masing.
“Semoga dengan pelatihan ini bisa mencetak emak-emak kreatif dan semoga bisa dijadikan sesuatu yang menghasilkan,” katanya pada media ini.
Nantinya kata dia, usai pelatihan akan terus dilakukan pendampingan. Khsus di Kabupaten Sumenep pendampingan dilakukan oleh Ketua Forhati Sumenep, sementara di Pamekasan akan didampingi oleh Yuni Lailatul Fitriyah, istri mendiang Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e sebagai koordinator.
“Kita agendakan secara berkelanjutan untuk membangun kreativitas emak agar menjadi perempuan berdaya dan mandiri,” jelas alumnus IAIN Madura itu.
Untuk diketahuai, ecoprinting merupakan sebuah teknik cetak dengan pewarnaan kain alami yang cukup sederhana namun dapat menghasilkan motif yang unik dan autentik . Prinsip pembuatannya dilakukan melalui kontak langsung antara daun, bunga, batang atau bagian tubuh lain yang mengandung pigmen warna dengan media kain tertentu.
Baca Juga : MD KAHMI dan Forhati Kabupaten Probolinggo Dilantik, ini Kata Plt Bupati
Ikuti informasi terkini melalui harianjatim.com.
(jd/red)


