Reporter: Ahmad Fauzi
Bojonegoro-harianjatim.com. Kapolsek Tambakrejo IPTU Mohammad Tohir di dampingi Babinkamtibmas serta petugas Dinas Kesehatan khususnya Puskemas Tambakrejo
Untuk mencegah stunting, Kapolsek Tambakrejo IPTU Mohammad Tohir di dampingi Babinkamtibmas serta petugas Puskesmas bersama langsung mengawal pelayanan kesehatan anak bawah lima tahun (balita) di dusun Sambong Desa Tambakrejo kabupaten Bojonegoro,Rabu (1/03/2023)
Kapolsek Tambakrejo IPTU Mohammad Tohir Saat Memberikan edukasi mengatakan, stunting yaitu keadaan tubuh yang sangat pendek, atau dalam bahasa jawa disebut kuntet. Stunting dapat terjadi sebagai akibat adanya kekurangan gizi pada anak balita.

” Salah satu cara dalam pencegahan stunting yaitu pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan terhadap Ibu hamil dan balita harus diutamakan. Petugas juga harus melakukan pengecekan kesehatan secara rutin, ” ujar Pria yang pernah menjabat sebagai Kanit Kamsel Satlantas Polres Bojonegoro
Dikatakan, upaya penanganan stunting menjadi bagian dari program pemerintah. Pasalnya, mengingat stunting akan berpengaruh terhadap kemajuan bangsa dan negara. Hal itu karena stunting berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan anak dan status kesehatan pada saat dewasa kelak.
“Banyak yang beranggapan pertumbuhan fisik sepenuhnya dipengaruhi faktor keturunan, padahal dalam pertumbuhan fisik anak balita juga lebih berpengaruh pada kurangnya asupan gizi,” jelasnya.
Ia berharap kedepan kegiatan Seperti ini yaitu melakukan pemeriksaan kesehatan pada balita. Di antaranya, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar perut dan kepala serta pemberian makanan atau gizi tambahan akan terus di Tingkatkan
“Selain kegiatan posyandu, kami selalu memberikan sosialisasi kepada para orang tua yang memiliki balita untuk memperhatikan gizinya agar terhinda dari stunting serta mengajak peran orang tua untuk menjaga Pola Hidup bersih dan Sehat ( PHBS)


