Reporter: Ponirin Mika
Probolinggo.HarianJatim. Kesempatan hidup yang di miliki oleh kita harus bermanfaat bagi orang lain. Jika tidak dipergunakan untuk berbuat baik, maka akan di ambil setan untuk dan di pakai olehnya untuk melakukan kejelekan. Hal itu diungkapkan Nyai Hj. Khodijatul Qodriyah Pembina Organisasi Gerakan Ex Madin Annafiiyah. Senin (20/03/23).
Ning Iah panggilan akrabnya menambahkan, Geni merupakan organisasi yang mengakomodir mantan guru Madin Annafiiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo yang saat ini mengabdi di tempat berbeda.
“Dalam setahun ada tiga kegiatan yang dilakukan organisasi Geni,” tegasnya.
Dengan semangat berapi-rapi, Ning Iah menjelaskan pentingnya beramal dan berbagi pada sesama. Lebih-lebih di bulan agung seperti bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan.
“Tiga bulan ini penuh keistimewaan yang Allah turunkan pada umat manusia terutama pada umat Nabi Muhammad SAW,” pungkasnya.
Jika kita beramal di tiga bulan istimewa ini, kata Ning Iah, maka amalnya akan berkah. Hari ini kita mengadakan Peringatan Hari Besar Islam dan Bakti Sosial dan mengundang 25 orang dari masyarakat Karanganyar Paiton Probolinggo untuk di beri bantuan sembako.
“Kita tidak ada salahnya mengetahui keistimewaan tiga bulan itu. Yang paling istimewa pada bulan Rajab adalah peristiwa isra mi’raj, di bulan Sya’ban ada nisyfu sy’ban, dan pada bulan Ramadan ada fathu Makkah, turunnya Al-Qur’an dan Lailatul Qodar,” begitu Ning Iah menyampaikan.
Pada kesempatan itu, Direktur Az-zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid ini menceritakan peristiwa yang bersejarah pada tiga bulan tersebut.
“Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad SAW memiliki keterhubungan secara intelektual di tandai dari momen bersejarah yang terjadi,” sambungnya.
Pasalnya, kata Ning Iah, syariat kita tidak lepas dari dialog intelektual antara tiga nabi itu,” pungkasnya.
Selain dari itu, Mahasiswi Doktoral Universitas Islam Malang ini mengajak agar terus membaca shalawat pada setiap saat.
“Tidak ada yang bisa kita berikan sebagai bentuk terima kasih pada Nabi Muhammad SAW selain dari membaca shalawat padanya. Lantunan shalawat itu sebagai penanda kecintaan kita pada nabi,” tuturnya.
Di akhir tausyiahnya, ia terus memberikan motivasi agar selalu beramal baik meski hanya sedikit.
“Lakukanlah perbuatan baik meski hanya sedikit,” pintanya.


