Ketua IKA UNUJA Komentari Penjemputan Anas Urbaningrum, Alumni Unuja Sebut Tidak Pantas

  • Bagikan

Surabaya, Harianajatim.com – Alumni Universitas Nurul Jadid Paiton yang berada di Surabaya beraksi atas komentar Ketua Ikatan Alumni Unuja (IKA Unuja), Abdul Aziz yang menyebut penyambutan Anas Urbaningrum saat keluar dari LP Sukamiskin, meninggalkan nilai-nilai kebenaran.

Yusfan Firdaus, salah satu alumni Universitas Nurul Jadid (Unuja) mengatakan, sangat tidak pantas seorang ketua Ikatan Alumni Unuja dalam kegiatan silaturahmi alumni dan memperingati malam Nuzulul Qur’an di Gedung Islamic Center Krakasaan Jum’at (14/04/2023) kemarin, masih menyempatkan diri untuk berkomentar soal Anas Urbaningrum yang baru saja keluar dari LP Sukamiskin.

“Saudara Abdul Aziz atau biasa dipanggil Mas Acek sangat tidak tepat dan tidak pantas berkomentar tentang Mas Anas Urbaningrum yang baru saja keluar dari LP Sukamiskin, karena beliau berkomentar disaat IKA UNUJA sedang melaksanakan kegiatan Silaturahmi dan Perayaan Nuzulul Qur’an dan tidak ada Korelasinya antara IKA UNUJA dengan Mas Anas Urbaningrum,” jelasnya, saat melaksanakan buka puasa bersama dan silaturahmi dengan keluarga besar Alumni Aktivis Universitas Nurul Jadid seperti Alumni HMI, PMII, GMNI, dan SEMMI. di Surabaya, Sabtu (15/04/2023).

Masih menurut Yusfan yang juga sebagai Alumni FAI UNUJA, bahwa penyambutan Anad Urbaningrum yang dilakukan oleh loyalis, sahabat, junior dan keluarganya itu merupakan sebuah bentuk solidaritas, karena Anas dinilai menjadi salah satu Figur patut dijadikan suri tauladan karena pemikirannya dan gagasannya, terlepas Anas pernah dipenjara lantaran kesalahan masa lalunya.

“Penjemputan dan Penyambutan untuk Mas AU itu dilakukan karena bentuk Solidaritas dan Soliditas, karena Mas AU adalah sosok yang patut untuk dijadikan panutan dengan Pemikiran dan Gagasannya yang luar biasa, saya secara pribadi ingin berdiskusi dengan Mas Acek selaku Ketua IKA UNUJA tentang Mas Anas Urbaningrum yang sudah didiskriminalisasi oleh kekuasaan pada waktu itu,” tegasnya.

Yusfan yang juga sebagai sekretaris Badko HMI Jawa Timur itu, menyampaikan bahwa Abdul Aziz selaku Ketua IKA UNUJA harus memberikan ide dan gagasan serta mengkader anggotanya agar bermanfaat dan berkontribusi dalam pengembangan Universitas Nurul Jadid.

“Mas Acek harusnya memberikan ide dan gagasan dan memberikan contoh yang positif terhadap anggotanya di IKA UNUJA, bukan malah berkomentar tentang Mas AU yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan IKA UNUJA, kalau begitu lebih baik Mas Acek mundur saja dari Ketua IKA UNUJA toh selama ini tidak mempunyai grand desian tentang IKA UNUJA,” pungkasnya.

Penting untuk diketahui, Keluarga Besar Alumni Aktivis UNUJA yang berdomisili di Surabaya, mulai dari aktivis HMI, PMII, GMNI dan SEMMI, merencanakan kunjungan Silaturahmi kepada Pondok Pesantren Nurul Jadid setelah Hari Raya Idul Fitri, kemudian akan mengajak seluruh Alumni Aktivis UNUJA untuk melakukan Halal Bihalal secara Hybrid.

Diektahui, Ketua IKA UNUJA atau Ikatan Alumni Universitas Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Abdul Aziz menyebut, bahwa penyambutan Anas Urbaningrum dari berbagai kalangan saat bebas dari LP Sukamiskin pada Rabu, (11/4/2023) lalu itu merupakan sebuah gerakan politik identitas yang luar biasa. Kesan dari penyambutan itu menurut Abdul Aziz, meninggalkan nilai-nilai kebenaran.

Hal itu diungkapkan Abdul Aziz, saat acara peringatan Nuzulul Quran Keberkahan Ikatan Alumni Universitas Nurul Jadid, pada Jumat (14/4/2023) di gedung Islamic Centre Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

(tfq)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Create a self growing dr65+ ai blog with weekly content updates. Booking todo incluido ofertas al caribe.