Reporter : Ponirin MIka*
Probolinggo.HarianJatim.Com – Persiapan menyambut kedatangan santri baru sudah mulai dilakukan oleh tim ex-officio . Tahun ini berbeda kalau dulu berbentuk kepanitiaan saat ini tugas PSB dan Osabar meekat pada satuan kerja sesuai tupoksinya. Hal itu diungkapkan Muslehuddin Jauhari Kasubbag Umum dan PSB Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Kamis (08/06/23).
“Sebenarnya persiapan menyambut santri baru sudah lama kita persiapkan. Di Nurul Jadid Paiton ada dua cara pendaftaran santri baru. Ada yang online dan offline,” katanya.
Musleh menjelaskan, penerimaan santri baru secara offline selama 6 hari dimulai dari tanggal 14-19 sesuai dengan jadwal yang di buat tim pelaksana.
“Selama satu minggu kita menerima santri baru tahun 2023. Tempat pendaftaran di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadid,” imbuhnya.
Selain itu, ia menjelaskan rangkaian yang akan diikuti oleh santri baru setelah resmi mendaftar menjadi santri.
“Santri baru akan mengikuti orientasi santri baru (osabar) selama 3 hari dan nanti dilanjutkan dengan pembelajaran Furudhul Ainiyah selama 3 bulan,” tegasnya.
Adapun pelaksanaan FA tiga bulan dilaksanakan di masing-masing sekolah di bawah koordinasi Biro Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Jadid.
“Tes peminatan di sekolah akan di gelar setelah FA 3 bulan. Sebab, ungkap Musleh kelulusan FA dasar menjadi syarat bagi santri untuk masuk ke peminatan unggulan di masing-masing satuan pendidikan,” pungkasnya.
Ia berharap semua wali santri harus memperhatikan syarat-syarat yang harus dilengkapi sebagai santri.
“Kita berharap wali santri memperhatikan syarat-syarat yang harus dilengkapi untuk mendaftarkan putera-puterinya agar nanti pada saat pendaftaran tidak ada masalah,” harapnya,


