Reporter: Ahmad Zainul Khofi
Probolinggo.HarianJatim.com – KH. Najiburrahman Wahid menyampaikan tujuan Orientasi Santri Baru (OSABAR) Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo sebagai wahana untuk memperkenalkan pesantren dan kegiatan kepesantrenan agar santri baru dapat mengenal Nurul Jadid baik secara dzohir maupun batin. Hal itu diungkapkan dalam sambutannya di Grand Opening OSABAR 2023, Jum’at (23/06) di Aula I Pesantren.
Wakil Kepala Pesantren Nurul Jadid ini lebih jauh mengungkapkan supaya santri baru lebih akrab dengan Pesantren Nurul Jadid, maka harus mengetahui visi misi dan semboyan yang terkenal di Nurul Jadid, yaitu “Mondok untuk Mengaji dan Membina Akhlakul Karimah”.
“Intinya mondok di Pesantren Nurul Jadid adalah mengaji dan membina akhlakul karimah,” imbuhnya.
Selanjutnya, Kiai Najib lebih detail menjabarkan makna semboyan tersebut. Menurutnya, yang dimaksud mengaji adalah mengkaji agama islam agar sukses dunia akhirat. Sebab, kunci kesuksesan di dunia dan akhirat yaitu iman dan takwa.
“Kita tidak bisa beriman dan bertakwa kalau tidak mengaji. Mengaji itu yang utama. Mengkaji ajaran agama islam itu kunci dari segalanya. Sedangkan ilmu lainnya adalah penyempurna,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu pun, Kiai Najib menuturkan Pesantren Nurul Jadid adalah gambaran nusantara. Buktinya, santri Nurul Jadid berasal dari mancanegara, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Ia pun berharap agar panitia memberikan materi pengenalan dengan serius, karena menurut beliau, santri baru masih awam berkait hal-hal kepesantrenan, sehingga membutuhkan pengenalan materi, profil, trilogi dan panca kesadaran santri, nilai-nilai dasar pesantren, safari ma’had (pengenalan lingkungan), dan sosialisasi peraturan pesantren.
Alumni Maroko ini berharap, agar santri baru disamping mengaji juga harus membina akhlakul karimah sebaik mungkin. Menurutnya, akhlakul karimah adalah pengamalan dari ilmu yang didapat dari mengaji dan mengkaji.
“Pengetahuan yang paling berharga ketika adik-adik pulang ke rumah (liburan atau saat boyong) adalah akhlakul karimah, baik akhlak kepada allah dan sesama manusia. Kalau akhlaknya baik, maka mondoknya berhasil, tapi kalau perilakunya tidak berubah atau bahkan buruk, maka mondoknya gagal,” tutur beliau.
Editor: Ponirin Mika


