Reporter : Ponirin Mika
Probolinggo.HarianJatim.Com- Ilmu tasawuf untuk membersihkan hati dan membaguskan akhlak untuk memperoleh kebahagian dunia dan akhirat. Karena. Jiwa yang bagus akan menghantarkan pada kebahagiaan seorang. Pernyataan tersebut disampaikan KH. Moh. Zuhri Zaini, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, saat mengisi kuliah tasawuf sisi II di Lembaga Pembinaan Pondok Mahasiswa (LP.POMAS) Universitas Nurul Jadid (UNUJA), Senin (17/07/2023).
Selanjutnya, ia menjelaskan, kebahagiaan seseorang bukan berada di badan, tapi kebahagiaan itu ada di hati. Sekalipun badannya sehat, tapi hatinya tidak puas, menghadapi banyak masalah, maka seseorang itu tidak akan bahagia,” katanya.
Oleh karena itu, menurut Kiai Zuhri kebahagiaan seseorang terletak pada keadaan jiwa atau keadaan hatinya. Apabila baik hatinya bersih maka lebih besar peluang untuk mendapatkan kebahagiaan dalam hidup di dunia maupun di akhirat kelak.
“Biasanya orang yang bersikap baik kepada orang lain dan takwah kepada Allah punya sifat qana’ah itu pasti akan bahagia. Sekalipun mungkin secara fisik dia itu nampaknya seperti menderita, sakit dan secara finansial kekurangan, dawuh KH. Zuhri.”
Selain itu, beliau juga menyampaikan kebahagiaan melalui pendekatan tasawufnya, katanya hal itu dapat dirasakan dalam berkeluarga. Seperti kehidupan yang aman, berkeluarga yang penuh rasa cinta dan saling menyayangi, saling memberi terhadap sesama, jujur, penuh cinta dan bertanggung jawab.
Kiai Zuhri mencontohkan, “jika suami istri dan anak-anaknya menginginkan kehidupan bahagia dan harmonis, maka perlu pendekatan batin agar disenangi dan membahagiakan. Jika sebaliknya secara fisik dekat tapi secara batin tidak dekat karena tidak harmonis maka orang itu tidak akan senang.
Namun, kadang-kadang seseorang itu hanya melihat fisik orang lain tanpa melihat perilaku batin seseorang. Misalnya seseorang memilih istri atau suami hanya melihat fisiknya saja maka orang tersebut tidak akan bahagia.
“Percuma kita dekat secara fisik tapi hati kita tidak nyambung. Maka tiap hari cemburu terus akhirnya akan bosan. Sebaliknya jika fisik seseorang tidak baik tapi baik hatinya, ramah di situlah akan saling menyenangi satu sama lain dan awet dalam hubungan,” tegasnya.


