Kerjasama dengan Kementerian Desa, UNUJA Serempak Tingkatkan Ekonomi Desa Mandiri

  • Bagikan

Reporter: Ahmad Zainul Khofi

Probolinggo.HarianJatim.com – Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Ditjen PEID) di bawah Kementerian Desa PDTT menggandeng Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton Probolinggo melaksanakan program peningkatan kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dalam proses sertifikasi, komersialisasi dan digitalisasi produk lokal menuju desa mandiri ekonomi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Pasalnya, penandatanganan kontrak perjanjian ini merupakan tahap berikutnya setelah nota kesepahaman sebelumnya antara UNUJA dan Kementerian Desa PDTT RI. Bertempat di Aula Wisma Dosen UNUJA, turut hadir berbagai tokoh, termasuk Wakil Rektor I, H. Hambali, M.Pd., Kepala Lembaga Penerbitan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Dr. Achmad Fawaid, M.A., serta beberapa perwakilan Tenaga Ahli dan Pendamping Desa dari Kabupaten Probolinggo.

Di sisi lain, Analis Kebijakan Ahli Muda Kemendes, Agus Hartanto, S.T., mengetuai rombongan Kementerian Desa bersama Penasehat Menteri Achmad Faridi Suja’ie, Praktisi Pemberdayaan Masyarakat Muhammad Nuruddin, dan tiga anggota staf lainnya.

Dalam kesempatan itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Kemendes Agus Hartanto menyampaikan peran sentral UNUJA dalam mendampingi BUMDES untuk mencapai kemandirian ekonomi di wilayah desa, khususnya sebagai pelaksana swakelola pendampingan di Kabupaten Probolinggo tahun 2023.

“Beberapa kegiatan yang nanti akan dilaksanakan antara lain, melakukan pendampingan layanan merek dagang berupa workshop pengenalan merek dagang dan manfaatnya, pelatihan pendaftaran akun merek dagang di DJKI, pelatihan simulasi pendaftaran merek dagang, workshop pendaftaran NIB ke sistem perizinan berusaha melalui SSO, dan lokakarya pendaftaran merek dagang ke Dinas Koperasi,” paparnya.

Dalam kontrak ini, lanjut Agus, kedua belah pihak juga menyepakati adanya program pendampingan pembuatan dan pengelolaan e-commerce.

“Program tersebut berupa workshop pengenalan e-commerce dan marketplace bagi komersialisasi produk, pendampingan pembuatan toko di marketplace dan pengelolaan akun sosial media untuk promosi produk, pelatihan pembuatan iklan dan pesan persuasif untuk promosi di e-commerce, lokakarya desain dasar untuk promosi produk dengan teknik fotografi menggunakan smartphone, dan pelatihan edukasi berkelanjutan untuk peningkatan efektivitas promosi online,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala LP3M UNUJA Achmad Fawaid menyampaikan komitmen UNUJA sebagai pelaksana swakelola pendampingan di Kabupaten Probolinggo tahun 2023. Menurutnya, UNUJA juga siap untuk melakukan pelatihan komersialisasi produk merek dagang berupa pendampingan sertifikasi produk halal, workshop pengenalan produk halal dan manfaatnya, pendampingan persyaratan dokumen halal, pelatihan simulasi pendaftaran produk halal, dan lokakarya pengemasan dan komersialisasi produk.

“Fokusnya termasuk membantu BUMDES dalam perolehan izin merek dagang, hak cipta E-Commerce, dan sertifikat halal produk. Selain itu, peran penting juga diberikan pada peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) BUMDES, agar mereka dapat bersaing dan tumbuh di tengah keragaman konteks desa,” pungkasnya.

Editor: Ponirin Mika

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Booking todo incluido ofertas al caribe. helpful guides – sensational bathrooms.