Peduli Pelaku UMKM, IKAWIGA Gelar Pelatihan Digital Marketing Se-Madura Raya

  • Bagikan
Foto bersama saat kegiatan Pelatihan Digital Marketing dan Produksi Hantaran Lamaran se Madura Raya (Dok. Ist)

Sumenep – harianjatim.com Ikatan Alumni Widyagama Malang (IKAWIGA) sukses menggelar kegiatan Pelatihan Digital Marketing dan Produksi Hantaran Lamaran bagi UMKM Se-Madura Raya.

Acara yang digelar pada Minggu (15/10) merupakan kegiatan yang digelar dalam rangka pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta memberikan edukasi kepada para perempuan bahwa perempuan juga bisa survive dengan keterampilan yang dimiliki.

Kegiatan pelatihan ini turut berkolaborasi dengan Majelis Wilayah Forum Alumni HMI Wati (Forhati) Jawa Timur dan Forum Alumni HMI Wati (Forhati) Majelis Daerah Sumenep serta disupport oleh PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XII.

Bertempat di Kantor Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Sumenep, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Koordinator Majelis Wilayah Forum Alumni HMI Wati (Forhati) Jawa Timur yang juga sekaligus Bendahara Umum IKAWIGA Dr. Ana Sopanah S, SE., M.Si., Ak., CA., CMA. sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.

Diketahui, kegiatan pelatihan tersebut juga dipandu oleh narasumber lain yang memiliki pengalaman andal produksi hantaran lamaran bagi UMKM, yakni Tri Amelia Sandra.

Dalam pemaparannya, Bendahara Umum IKAWIGA Dr. Ana Sopanah S, SE., M.Si., Ak., CA., CMA mengungkapkan, bahwa pelaku UMKM dituntut untuk beradaptasi seiring berjalannya era digital saat ini.

“Saat ini kita telah berhadapan dengan tantangan dan juga peluang di era pasar digital, mau tidak mau sebagai pelaku UMKM di era 5.0 kita dituntut untuk terus beradaptasi dengan peralihan model transaksi serba digital. Materi ini sangat berguna untuk memasarkan setiap produk yang di hasilkan oleh kaum ibu-ibu yang beraktivitas di dalam rumah. Dengan ilmu yang di tularkan semoga dapat memberikan manfaat yang positif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya turut menyinggung soal data pengguna internet di tahun 2022.

“Keterbukaan masyarakat akan informasi dan perkembangan teknologi menjadikan masyarakat terbuka akan adanya transaksi digital. Informasi ini didukung oleh data Badan Pusat Statistik pada 7 September 2022 yang merilis bahwa 62,1% populasi di Indonesia telah mengakses internet di tahun 2021. Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia atau APJII, belum lama ini, menyebutkan bahwa pengguna internet di Indonesia di 2022 dilaporkan mencapai angka 210 juta orang atau sebesar 77,02% dari penduduk Indonesia,” ujarnya.

Dalam keterangannya, dirinya menuturkan, bahwa pelaku UMKM harus siap dengan tantangan agar tidak tenggelam dengan keadaan saat ini.

“Semakin pelaku UMKM atau pengusaha jauh dari digitalisasi, pengusaha tersebut akan semakin tenggelam. Banyak orang cerdas tapi tidak siap dengan tantangan perkembangan zaman. Digital adalah batu loncatan yang susah menjadi mudah, yang mudah menjadi cepat, yang cepat menjadi tepat sehingga bukan hanya mudah, cepat dan tepat tetapi juga harus tepat sasaran, tepat kebutuhan dan tepat apa yang kita inginkan. Spirit digital dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi juga dilakukan oleh pelaku UMKM. Karena itu, pelaku UMKM dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan era melalui inovasi dan kreasi digital,” jelasnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan teknologi digital yang dapat bermanfaat untuk penjualan produk.

“Pelaku UMKM diharapkan mampu bertahan dengan terus adaptif dan inovatif serta dapat memanfaatkan peluang dengan adanya platform online sebagai basis digital marketing untuk produk-produknya. Peningkatan produktifitas dan kapasitas UMKM sejalan dengan program prioritas pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional. Oleh karena itu, saya berharap kolaborasi IKAWIGA dengan Forum Alumni HMI Wati (Forhati) Jawa Timur dan Forum Alumni HMI Wati (Forhati) MD Sumenep dan yang telah disupport oleh PTPN XII dapat turut membantu UMKM Indonesia dalam memanfaatkan akses digital.” imbuhnya.

Sementara itu, Tri Amelia Sandra menjelaskan mengenai besarnya peluang usaha di bidang jasa pembuatan hantaran lamaran yang sangat prospectus.

Selain dapat menambah penghasilan ibu-ibu, bidang usaha tersebut dapat menjadi ladang ibadah karena dinilai membantu mempermudah pasangan yang akan menikah.

“Bidang usaha ini bisa membantu sesama yang membutuhkan jasa hantaran lamaran, khususnya pasangan yang akan menikah. Perlu di ingat bahwa bidang usaha ini memerlukan kreativitas dan inovasi yang terus-menerus untuk perkembangan usaha sehingga pelanggan tertarik dan punya banyak pilihan dari jasa yang kita jual,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Masudah yang akrab dipanggil Bunda Uda memberikan apresiasi dan penghargaan luar biasa karena dipercaya menjadi tuan rumah dengan kolaborasi program MD Forhati dan MW Forhati Jawa Timur.

Bunda Uda sangat berharap semoga kegiatan ini berkelanjutan dan selalu memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
earn money with martin. Booking todo incluido ofertas al caribe.