Reporter: Ahmad Zainul Khofi
Bondowoso.HarianJatim.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso menyelenggarakan bedah buku Panduan Sholawat Nahdliyah di Graha NU Bondowoso. Buku tersebut disusun oleh Cucu Penggubah Alm. KH. Moh. Hasan Abdul Wafi, Kiai Muhammad Al-Fayyadl. Jum’at (15/12/23),
Gus Fayyadl hadir sebagai narasumber untuk menjelaskan kisah balik dan tujuan penggubahan sholawat dan makna yang tertulis dalam Buku Panduan Sholawat Nahdliyah terbitan Bayt El-Ulum Ma’had Aly Nurul Jadid tersebut.
“Menyitir isi buku tersebut, Kiai Hasan berharap seluruh pengurus cabang NU di Jawa Timur untuk mengumumkan dan menyebarluaskan sholawat dan doa ini kepada anggota-anggota warga Nahdliyin dan Nahdliyat kita, agar jam’iyyah NU, keluar dari gelapnya beban-beban pikiran dan kesedihan-kesedihan yang melingkupinya sejak Muktamar NU ke-29 di Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya Jawa Barat,” Begitu Gus Fayyadl menyampaikan.
Sementara itu, ditengah-tengah peserta yang hadir, salah satu di antaranya meminta Gus Fayyadl untuk memberikan ijazah khusus agar sholawat ini diamalkan oleh pengurus MWCNU se-Bondowoso.
“Sebenarnya, berkaitan dengan sholawat, tidak perlu ada ijazah khusus, karena memang bershalawat kepada nabi merupakan perintah dari Allah,” tegas Gus Fayyadl.
Panitia Bedah Buku Panduan Sholawat Nahdliyah, Kiai Masrur mengungkapkan, selain melaksanakan bedah buku, PCNU Bondowoso juga memesan 100 eksamplar buku panduan tersebut untuk dibagikan kepada para peserta.
“Harapannya kami para pengurus MWCNU se-Bondowoso dapat mengamalkan dengan baik dan membumikan Shalawat Nahdliyah karangan KH. Moh. Hasan Abdul Wafi,” pungkasnya.
Menyoal acara, bedah buku itu dimulai setelah shalat ashar berjamaah di Masjid NU Bondowoso dan berakhir pada sekitar pukul 16.30 WIB. Turut hadir sebagai peserta undangan, Rais Syuriah dan Katib Syuriah, serta ketua dan sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Bondowoso.
Editor: Ponirin Mika


