Probolinggo.HarianJatim.Com- Ketua Lakpesdam Majelis Wakil Cabang Paiton, Probolinggo menyampaikan Ponirin Mika mengungkapkan bahwa peserta didik di sekolah harus selektif dalam mencari pengetahuan ilmu agama melalui YouTube dan media sosial yang ada. Jika tidak, maka akan mudah mengambil pengetahuan yang ia dapatkan, padahal bisa jadi pengetahuan itu tidak sesuai dengan paham ahlusunnah waljamaah. Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara di acara Lakpesdam go to School di Ponpes Mambaul Ulum Sukodadi, Paiton, Probolinggo. Kamis (28/12).
“Serangan-serangan yang ingin merusak akidah ahlusunnah waljamaah terang-terangan kita ketahui melalui canal YouTube dan media sosial yang ada. Jika kita tidak selektif pada apa yang kita dengar, dapatkan, maka akidah kita bisa rapuh atau goyang,” katanya.
Ponirin melanjutkan, adanya kegiatan Lakpesdam go to School ini, Majelis Wakil Cabang Paiton melalui lembaga Lakpesdam agar memberikan informasi atau pengetahuan berkait adanya aliran radikal dan aliran fundamentalis yang telah meracuni pikiran-pikiran kita terutama peserta didik yang masih di usia muda.
Karenanya, kata Ponirin, pentingnya berbagi pengetahuan untuk bersama-sama mewaspadai gerakan-gerakan aliran yang tidak memiliki paham yang sama dengan kita agar akidah ahlusunnah waljamaah yang kita pegang selama ini terjaga dengan baik.
“Kita tidak membenci orang yang berbeda paham dalam masalah keagamaan dengan kita. Tapi kita ingin meluruskan paham yang benar sesuai yang dicontohkan Rasulullah SAW. Dan kita harus berani memerangi radikalisme,” tegasnya.
Hal yang sama disampaikan oleh Gus Moh. Al-Hadi Abu Hasan bahwa ada hal yang mendasar yang harus kita terapkan dalam kehidupan ini agar kita bisa menerapkan ajaran Rasulullah dengan baik.
“Dalam kehidupan ini kita harus menjaga ukhuwah islamiyah, ukhuwah basyariyah dan ukhuwah wathoniyah. Kalau persaudaran-persaudaraan itu dijalankan dengan baik insya Allah jika akan menjadi umat yang moderat,” ucap salah satu pengasuh pesantren Mambaul Ulum ini.
Di akhir pemateriannya, Ponirin menegaskan pentinya mencari guru yang memilki sanad keilmuan yang bersambung dengan Rasulullah. Ini merupakan salah satu ciri khas dari Nahdlatul Ulama.
“Kita harus berguru dan belajar kepada orang yang memiliki pengetahuan agama yang mendalam. Tentu yang bersumber dari alqur’an, hadits, ijma dan qiyas. Ulama-ulama kita telah mumpuni dalam penguasaan ilmu agama. Jadi kita tidak usah belajar pada orang yang belum jelas pengetahuan agamanya. Itu sangat berbahaya,” pintanya.


