Sumenep Keluar dari Desa Tertinggal, 101 Desa Sandang Desa Mandiri

  • Bagikan
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Edy Rasyiyadi saat Penandatanganan Berita Acara Penetapan Status Desa 2024, di Kantor Bupati, Rabu (19/06/2024).(Foto: Ist).

Reporter: harianjatim

Sumenep-harianjatim.com. Indeks Desa Membangun (IDM) terus mengalami peningkatan. Tahun ini di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur berhasil keluar dari status desa tertinggal.

Data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep sebanyak 92 desa menyandang status berkembang, 137 desa maju, dan sebanyak 101 desa mandiri. Dengan begitu tahun ini tidak ada lagi  status desa sangat tertinggal dan desa tertinggal.

Data tersebut mengalami perubahan yang cukup signigikan dari tahun ketahun. Tahun 2016 terdapat 10 desa sangat tertinggal, 124 desa tertinggal, 186 desa berkembang dan 10 desa maju.

Kepala DPMD Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni mengatakan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari upaya yang dilakukan bersama pemerintah ditingkat desa.

Saat ini kata dia terdapat lima kecamatan dari 27 kecamatan yang desanya belum mencapai status mandiri dalam IDM, yakni Kecamatan Saronggi, Giligenting, Kalianget, Nonggunong, dan Kecamatan Masalembu. 

Sementara desa yang menyandang status mandiri terdapat di Kecamatan Kota Sumenep, Gapura dan Batuan. “Sedangkan kecamatan lainnya sebagian saja berstatus desa mandiri. Yang jelas kami berkomitmen agar desa meningkat tiap tahun menjadi desa mandiri,” katanya.

Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Dewi Khalifah mengatakan, desa-desa yang masih berstatus berkembang untuk memacu desanya menjadi desa maju, sedangkan desa maju terus berpacu meningkatkan desanya menjadi desa mandiri, sehingga pada akhirnya seluruh desa berstatus sebagai desa mandiri.

“Kami meminta pemerintahan desa terus membangun dan memberdayakan masyarakat melalui berbagai programnya, supaya seluruh desa di Kabupaten Sumenep berstatus mandiri dengan landasan IDM,” kata Wabup pada Penandatanganan Berita Acara Penetapan Status Desa 2024, di Kantor Bupati,

Pemerintahan desa harus bersinergi dan bekerja sama dalam membangun desa untuk menuju desa mandiri, dalam rangka mewujudkan proses pembangunan dari desa menuju kota sebagai konsep pembangunan telah berjalan dengan baik.  

“Karena itulah, kepala desa harus berkolaborasi dengan multi pihak (pentahelix) dalam pembangunan desa dalam rangka mencapai tujuan bersama untuk kesejahteraan masyarakatnya,” terangnya.

Wabup menyatakan, kepala desa mengelola dan mengembangkan potensi di setiap desanya secara berkelanjutan, untuk membangun kemandirian ekonomi demi menciptakan kesejahteraan bagi masyarakatnya. 

“Yang jelas, kepala desa bersama masyarakat dengan semangat gotong royong membangun desa melalui pengembangan potensi lokal desa,” tandasnya.

Bupati Fauzi Inginkan Semua Desa Mandiri

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
punta cana : lujo, relax y el mejor todo incluido del caribe. Frozen bounce house.