HarianJatim.Probolinggo.Com – Suasana khidmat menyelimuti Aula Kampoeng Kita, Probolinggo, saat Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Kraksaan masa khidmat 2025–2030 resmi dilantik pada Selasa, 20 Mei 2025. Acara ini tidak sekadar seremoni, melainkan penanda awal dari perjuangan panjang para pendidik Nahdliyin dalam membangun peradaban pendidikan yang berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Pelantikan dihadiri tokoh-tokoh penting, seperti Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH. Ahmad Muzammil, M.Pd.; Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Gerindra K. Moh. Mahrus; serta perwakilan dari PW Pergunu Jawa Timur Syamsul Anam. Tak kurang dari 108 tamu undangan dari berbagai elemen turut meramaikan acara, menunjukkan tingginya antusiasme terhadap kiprah Pergunu.
Ketua Panitia Pelaksana, Ernawiyadi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Pergunu Kraksaan. Ia menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia dalam kepengurusan saat ini merupakan modal besar untuk mendorong perubahan di dunia pendidikan.
“Komposisi kepengurusan kami didominasi oleh lulusan S1, S2 hingga S3. Ini menjadi kekuatan untuk menciptakan terobosan dan inovasi dalam pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai ke-NU-an,” ujarnya.
Senada dengan itu, Syamsul Anam dari PW Pergunu Jawa Timur menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar peristiwa seremonial, namun panggilan untuk mengemban amanah besar. Menurutnya, kunci keberhasilan Pergunu terletak pada sinergi dan komunikasi aktif dengan struktur NU lainnya, termasuk PCNU, Syuriyah, Tanfidziyah, dan lembaga pendidikan NU seperti LP Ma’arif.
“Pergunu adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari tubuh besar NU. Program kerja hanya akan berhasil jika dibangun melalui kolaborasi yang solid,” tegas Syamsul.
Ia juga mendorong agar Pergunu mengambil peran aktif dalam mengonsolidasikan visi pendidikan NU, khususnya dalam menyasar kelompok usia dini hingga pendidikan tinggi, melalui sinergi dengan Muslimat NU dan lembaga-lembaga strategis lainnya.
KH. Ahmad Muzammil dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya fondasi akidah dalam proses pendidikan. Ia mengingatkan, pendidik di lingkungan NU harus memiliki pemahaman akidah yang kuat agar mampu mencetak generasi penerus Ahlussunnah wal Jamaah yang militan dan berintegritas.
“Kalau gurunya tidak paham akidah dengan baik, bagaimana mungkin anak-anak didiknya mampu menjadi penerus gerakan keagamaan yang lurus dan moderat?” ujarnya dengan penuh penekanan.
Acara pelantikan berlangsung lancar dan penuh semangat. Momentum ini menjadi titik awal kerja kolektif PC Pergunu Kraksaan dalam mewujudkan pendidikan yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kukuh dalam prinsip keislaman dan kebangsaan.
Dengan semangat khidmah, dedikasi, dan profesionalisme, PC Pergunu Kraksaan 2025–2030 diharapkan menjadi motor penggerak transformasi pendidikan berbasis nilai Aswaja, sekaligus memperkuat posisi NU sebagai benteng moral dan intelektual umat.


