Pendidikan Pesantren Pilihan Ternyaman Bagi Masyarakat

  • Bagikan

Oleh: Ponirin Mika
Ketua Lakpesdam MWCNU Paiton dan Anggota Community of Critical Social Research Probolinggo

Pesantren saat ini menjadi pilihan utama masyarakat dalam mencari pendidikan yang tidak hanya unggul dalam aspek keilmuan, tetapi juga dalam membentuk akhlak dan kepribadian. Kepercayaan ini lahir dari pengalaman panjang umat Islam di Indonesia yang telah menyaksikan bagaimana pesantren membentuk pribadi-pribadi tangguh, rendah hati, dan berkomitmen pada nilai-nilai luhur agama.

Masyarakat kini tidak hanya menginginkan anak-anaknya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. Pesantren dianggap mampu memberikan ketiganya sekaligus. Itulah sebabnya, dari kota hingga pelosok desa, antusiasme terhadap pendidikan pesantren tidak pernah surut, bahkan semakin meningkat.

Pesantren menawarkan kenyamanan tersendiri bagi para penuntut ilmu. Suasana religius yang mendalam, kedekatan dengan alam, serta pola interaksi yang egaliter antara kiai dan santri menciptakan iklim belajar yang penuh berkah. Bagi banyak orang tua, suasana ini menjadi jaminan moralitas anak-anak mereka.

Di tengah dunia pendidikan yang semakin kompetitif dan individualistik, pesantren hadir sebagai oase ketenangan. Di sana, solidaritas, kebersamaan, dan kesederhanaan menjadi nilai yang terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Santri tidak hanya diajarkan untuk pintar, tapi juga untuk peduli.

Dibandingkan dengan lembaga pendidikan di luar pesantren, seperti sekolah umum atau sekolah berbasis teknologi, pesantren memiliki keunggulan dalam transmisi nilai-nilai budaya dan agama. Ini penting di tengah derasnya arus globalisasi dan modernitas yang seringkali menggerus jati diri generasi muda.

Lembaga pendidikan di luar pesantren cenderung fokus pada pencapaian akademik semata, sementara pesantren melatih jiwa dan mental. Keseimbangan antara ilmu dunia dan akhirat menjadi distingsi utama yang membuat pesantren tetap relevan dan dicintai masyarakat dari waktu ke waktu.

Banyak tokoh nasional, intelektual, dan pemimpin bangsa berasal dari lingkungan pesantren. Mereka menjadi bukti konkret bahwa pesantren bukan hanya melahirkan ustaz atau kiai, tetapi juga politisi, akademisi, bahkan pengusaha sukses yang tetap berpegang pada etika dan nilai agama.

Tokoh-tokoh seperti KH. Abdurrahman Wahid, KH. Sahal Mahfudz, hingga generasi baru seperti KH. Yahya Cholil Staquf adalah contoh dari produk unggulan pesantren yang mampu menyeimbangkan pemahaman agama dan realitas sosial-politik yang kompleks. Mereka tidak hanya cerdas, tapi juga memiliki sensitivitas kemanusiaan yang tinggi.

Dukungan terhadap keberadaan pesantren datang dari berbagai kalangan, termasuk pemerintah. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak kebijakan publik yang memberi afirmasi positif terhadap pesantren, seperti Undang-Undang Pesantren dan program beasiswa santri berprestasi. Ini menunjukkan adanya pengakuan atas kontribusi pesantren terhadap pembangunan bangsa.

Bahkan dalam kajian akademik dan diskursus keilmuan, pesantren mulai mendapatkan tempat terhormat. Banyak peneliti sosial dan pendidikan yang menjadikan pesantren sebagai objek kajian karena keunikan sistem pendidikannya dan pengaruhnya dalam membentuk masyarakat madani.

Produk-produk pesantren pun semakin bervariasi. Tidak hanya kitab-kitab klasik (turats), tetapi juga produk-produk wirausaha seperti herbal, kerajinan tangan, makanan khas, hingga produk digital. Beberapa pesantren bahkan telah memiliki startup dan media online sendiri sebagai bagian dari adaptasi zaman.

Dengan basis keilmuan dan spiritualitas, pesantren juga menghasilkan produk intelektual berupa tafsir, fiqh sosial, dan pemikiran Islam moderat yang menjadi rujukan di banyak forum nasional dan internasional. Pesantren tidak lagi dianggap kuno, tapi menjadi pusat inovasi kultural berbasis nilai agama.

Dalam kehidupan berbangsa, peran pesantren sangat signifikan. Sejak masa kolonial hingga era kemerdekaan, pesantren adalah benteng pertahanan moral dan kultural bangsa. Banyak kiai dan santri yang menjadi pejuang kemerdekaan, mengangkat senjata, dan menyuarakan kemerdekaan atas nama nilai-nilai Islam dan keadilan.

Di era reformasi, pesantren tetap aktif mengambil peran sebagai pengawal moralitas bangsa. Melalui berbagai jaringan ormas seperti Nahdlatul Ulama, pesantren terus menyuarakan pentingnya demokrasi yang berkeadaban, toleransi antarumat, dan keadilan sosial.

Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa pesantren adalah pilar penting dalam menjaga keutuhan bangsa. Ketika konflik horizontal muncul di berbagai tempat, pesantren kerap menjadi penengah dan pelopor dialog antarumat, karena sejak awal pesantren telah hidup dalam pluralitas budaya dan keyakinan.

Di tingkat lokal, pesantren juga berperan dalam pembangunan masyarakat. Dari pendidikan anak-anak miskin, pemberdayaan ekonomi warga sekitar, hingga advokasi terhadap kelompok marjinal, pesantren hadir bukan sebagai menara gading, tetapi sebagai rumah harapan bagi rakyat kecil.

Dengan pendekatan berbasis kultural dan spiritual, pesantren mampu membangun narasi alternatif tentang pembangunan yang berkelanjutan. Bagi pesantren, kemajuan bukan sekadar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keadilan, keberkahan, dan kemaslahatan bersama.

Sumbangsih pesantren juga tampak dalam dunia dakwah dan media. Santri-santri kini tidak hanya berdakwah di mimbar-mimbar masjid, tetapi juga melalui kanal YouTube, podcast, dan media sosial lainnya dengan pendekatan yang moderat dan edukatif.

Pesantren masa kini tidak anti-teknologi. Justru, banyak pesantren telah mengembangkan sistem pendidikan digital, pembelajaran daring, dan kerja sama internasional. Ini menegaskan bahwa pesantren tidak tertinggal, tapi terus bergerak menyesuaikan diri dengan dinamika zaman.

Oleh karena itu, mempertahankan dan memperkuat peran pesantren adalah tugas bersama. Negara, masyarakat, dan umat Islam harus bergandeng tangan menjaga pesantren agar tetap menjadi pelita peradaban—tempat di mana ilmu, akhlak, dan pengabdian berpadu dalam satu tarikan napas perjuangan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Bienvenido a la sección dedicada a cayo santa maria :. C/o dirk bachhausen.