Adukan Kejanggalan ke Dinkes, GMNI Minta Kapus Bluto Dicopot

  • Bagikan
Ketua DPC GMNI Sumenep, Roni Ardiato. (foto: Ist).

Reporter: harianjatim

Sumenep-harianjatim.com. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Sumenep melakukan audiensi di Kantor Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Jawa Timur. Senin, (01/12/2025).

Kedatangan mereka untuk mengadukan banyaknya dugaan kejanggalan atau persoalan yang terjadi dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas, seperti yang terjadi di Puskesmas Bluto. Salah satu pasien berinisial H meninggal dunia di Puskesmas Bluto dengan proses yang diduga tidak wajar.

“Peristiwa itu adalah persoalan serius yang harus segera disikapi dengan profesional,” kata Ketua DPC GMNI Sumenep, Roni Ardiato,

Roni mengatakan, pelayanan kesehatan merupakan hak mendasar yang dijamin negara, namun fakatnya ditemukan banyak terjadi kelalaian dan pelayanan yang tidak optimal.

“Kasus yang terjadi saat ini mencerminkan lemahnya kualitas pelayanan dan sikap tenaga kesehatan di lapangan,” tegas dia.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta Dinkes dan P2KB segera melakukan evaluasi dan investigasi terhadap kasus-kasus kelalaian di Puskesmas dan layanan bidan, serta menindak tegas tenaga kesehatan yang bekerja di luar standar operasional prosedur (SOP). 

“Memberikan sanksi berupa pemindahan tugas atau pemecatan terhadap Kapus dan tenaga kesehatan di Puskesmas Bluto,” jelas dia.

“Kemanusiaan harus ditempatkan di atas segala-galanya. Tidak boleh ada lagi korban akibat kelalaian pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Selain itu saat audiensi mengusung tema “GMNI Bersama Rakyat” itu juga menyinggung kematian seorang ibu dan anak saat proses melahirkan. Selain itu juga meminta untuk menyelesaikan persoalan sarana prasarana medis di kepulauan, termasuk penyediaan ambulans laut. 

Untuk diketahui, salah satu pasien Puskesmas Bluto berinisial H meninggal dunia, Senin, 24 November 2025. Keluarga korban menduga kematian itu akibat kelalaian petugas Puksesmas. Salah satunya adanya dugaan tabung oksigen kosong saat dilakukan tindakan medis, dan keterlambatan saat proses rujukan.


Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.comAtau melalui aplikasi HarianjatimCom.

(jd/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
Viajes a punta cana. Ai blog : create content automatically and earn. proffound fistival 14.