Integrasi Ilmu dan Agama di Lingkungan Universitas

  • Bagikan
Nabilla

Oleh: Nabilla*

Di era modern yang ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan tekonologi, universitas sering diposisikan sebagai pusat rasionalitas dan objektivitas ilmiah. Namun, menurut penulis, universitas tidak seharusnya hanya menjadi ruang produksi ilmu dan agama sebagai upaya menjaga arah dan tujuan pengembangan ilmu agar tetap berpihak pada kemanusiaan.

Ilmu pengetahuan memiliki kekuatan besar dalam membnetuk peradaban. Teknologi mampu mempermudah kehidupan manusia, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai persoalan baru, seperti krisis lingkungan, ketimpangan sosial, dan degradasi moral. Ketika ilmu dikembangkan tanpa pertimbangan nilai agama dan etika, ia dapat berubah mmenjadi alat yang kering secara moral. Dalam konteks ini, agama berperan sebagai sumber nilai yang memberi batas, arah, dan makna bagi pemanfaatan ilmu.

Sayangnya, masih terdapat pandangan yang memisahkan secara tegas antara ilmu dan agama di lingkungan universitas. Agama dianggap bersifat subjektif dan tidak ilmiah, sementara ilmu dipandang sepenuhnya netral. Penulis berpendapatan bahwa dikotomi ini sudah tidak relevan . Ilmu tidak pernah benar-benar bebas nilai, karena selalu diperngaruhi oleh krprntingan, tujuan, dan dampak sosial, oleh sebab itu, kehadiran agam justru penting untuk memberikan kerangka etis dalam pengembangan ilmu.

Intregasi ilmu dan agama di universitas bukan berarti menjadikan agama sebagai alat doktrinasi dalam dunia akademik. Intregasi yang dimaksudadalah dialog yang sehat dan reflektif, di mana ilmu berkembang dengan kebebasan berfikir, namun tetap disertai kesadaran moral dan spiritual. Misalnya, melalui mata kuliah etika berpotrnsi, kajian lintas disiplim, serta, penelitian yang memptimbangkan dampak sosial dan kemanusiaan.

Menurut penulis, mahasiswa sebagai generasi intelektual masa depan perlu dibekali bukan hanya dengan kemampuan analitis, tetapi juga kepekaan nurani. Universitas yang mampu mengintegrasikan ilmu dan agama akan melahirkan lulusan yang krtitis, bertanggung jawab, dan memiliki orientasi pengabdian kepada masyarakat. Inilah karakter insan akedemik yang dibutuhkan dalam menghadapi kompleksitas persoalan global.

Sebagai penutup, integrasi ilmu dan agama di lingkungan universitas merupakan Langkah strategis dalam membangun pendidikan tinggi yang berkeadaban. Dengan memadukan kekuata rasio dan nilai-nilai spiritual, universitas dapat menjalankan perannya secara utuh: sebagai pusat pengembangan ilmu sekaligus penjaga nilai kemanusiaan.


*) Nabilla adalah mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang. 


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
punta cana : lujo, aventura y las playas más vibrantes. Create a self growing dr65+ ai blog with weekly content updates.