Kebutuhan Kapur Smelter Nikel Meningkat, BIG Siap Jadi Suplier Nasional

  • Bagikan
Ilustrasi Tambang (www.pexels.com)

Surabaya – harianjatim.com Indonesia terus memperkuat hilirisasi industri nikel seiring bertambahnya jumlah smelter yang beroperasi.

Diketahui, hingga tahun 2025, tercatat terdapat 44 smelter nikel aktif di Indonesia yang tersebar di sejumlah wilayah strategis penghasil nikel.

Sebaran smelter tersebut diantaranya meliputi Maluku Utara sebanyak 18 smelter, Sulawesi Tengah 17 smelter, Sulawesi Tenggara 3 smelter, dan Sulawesi Selatan 1 smelter.

Tak ayal, seluruh smelter ini memiliki satu kebutuhan utama yang tidak terpisahkan dalam proses produksi, yakni kapur.

Sebagaimana diketahui, kapur merupakan material vital dalam proses pengolahan nikel di smelter.

Tanpa kapur sebagai bahan campuran utama, proses produksi nikel tidak dapat berjalan secara optimal, bahkan nikel tidak akan terbentuk sesuai standar industri.

Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi tambang kapur yang sangat besar dan tersebar di berbagai daerah.

Namun, sebagian besar tambang kapur berada cukup jauh dari jalur laut, sehingga memerlukan efisiensi logistik agar mampu memenuhi kebutuhan industri smelter yang mayoritas berlokasi di kawasan pesisir dan kepulauan.

Melihat peluang strategis tersebut, Bandar Indonesia Grup (BIG) menyatakan kesiapan untuk mengambil peran penting sebagai pemasok kapur nasional bagi industri smelter nikel.

Hal tersebut disampaikan oleh HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, Founder sekaligus Owner Bandar Indonesia Grup, Jumat (16/01).

“BIG saat ini memiliki 275 tambang kapur yang tersebar di Jawa Timur dan Jawa Tengah,” ujarnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Gus Lilur tersebut menyampaikan, bahwa khusus di Sumenep, Jawa Timur, BIG mengelola puluhan tambang kapur yang berada langsung di tepi laut, menjadikannya sangat ideal untuk mendukung distribusi kapur melalui jalur laut ke berbagai wilayah smelter nikel di Indonesia.

Dengan kesiapan sumber daya dan keunggulan lokasi tambang, BIG menargetkan tambang kapurnya di Sumenep sebagai sentra suplai kapur untuk smelter nikel di seluruh Indonesia, sekaligus mendukung kelancaran hilirisasi mineral nasional.

“Kami melihat kebutuhan kapur untuk smelter nikel sebagai peluang untuk memberikan kontribusi nyata bagi industri nikel nasional. Dengan lokasi tambang yang strategis di tepi laut, kami siap menjadi pemasok utama kapur untuk smelter nikel di seluruh Indonesia,” tambah Gus Lilur.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok industri nikel nasional serta mendorong terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia melalui optimalisasi sumber daya dalam negeri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90
Verified by MonsterInsights
punta cana : lujo, relax y el mejor todo incluido del caribe. The cookie is updated every time data is sent to the google analytics server.