Reporter: harianjatim
Olahraga-harianjatim.com. Malam turun perlahan di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (2/5/2026). Lampu-lampu stadion menyala terang, seolah memberi panggung bagi sebuah cerita yang telah lama ditunggu. Di atas rumput hijau itu, Persebaya Surabaya tidak sekadar bermain-mereka menulis.
Sejak menit awal, bola bergulir seperti kalimat yang disusun rapi. Umpan-umpan pendek menjadi tanda baca, pergerakan tanpa bola menjadi jeda yang penuh makna. Persebaya menguasai ritme, tetapi gol belum juga datang. Seperti cerita yang menahan klimaks, babak pertama dipenuhi harap yang tertunda.
Di sisi lain, PSBS Biak bertahan dengan sabar. Sesekali mereka menyelinap lewat serangan balik dan bola mati—sebuah pengingat bahwa bahkan dalam dominasi, selalu ada celah yang bisa mengubah segalanya.
Waktu berjalan, dan pertandingan perlahan berubah arah.
Memasuki babak kedua, ruang-ruang yang semula rapat mulai terbuka. Persebaya seperti menemukan pintu yang sejak tadi mereka ketuk. Intensitas meningkat, langkah dipercepat, dan tekanan tak lagi bisa dibendung. Gol pertama datang seperti pembuka cerita, disusul gol-gol berikutnya yang mengalir tanpa ragu.
Empat gol tanpa balas. Bukan sekadar angka, tetapi penegasan.
Di tepi lapangan, Bernardo Tavares berdiri dengan ketenangan yang sama seperti timnya bermain. Baginya, kemenangan ini bukan hanya hasil akhir, melainkan buah dari proses yang dijalani dengan disiplin.
“Saya pikir tim kami layak mendapatkan tiga poin,” ujarnya singkat, seolah merangkum seluruh malam dalam satu kalimat. Ia juga mengingatkan, di balik skor yang mencolok, ada pertandingan yang tidak pernah benar-benar mudah.
Dan memang, sepak bola jarang sesederhana angka di papan skor.
Kemenangan ini menjadi yang ketiga secara beruntun bagi Persebaya, setelah sebelumnya melewati Malut United dan Arema FC. Tambahan tiga poin membawa mereka naik ke posisi keempat, dengan 51 poin di tangan dan kepercayaan diri yang kian tumbuh.
Di bawah cahaya GBT, malam itu tak hanya tentang menang atau kalah. Ia tentang keyakinan yang kembali dirajut, tentang ritme yang akhirnya ditemukan, dan tentang sebuah tim yang mulai berbicara lebih lantang—tanpa harus meninggikan suara.
Persebaya menang. Namun lebih dari itu, mereka terlihat utuh.
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com dan Saluran WhatsApp. Ikuti terus updatetopik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.
(red)


