|| Penulis : Velina Rahmadanis*
Pernahkah kita merasa bahwa standar kebaikan dalam cerita rakyat terdengar terlalu muluk dan sulit ditemukan di dunia nyata? Namun, jika melihat kembali sosok Purbasari dalam kisah Lutung Kasarung, kita dapat menemukan gambaran tentang ketulusan sejati yang saat ini sering disebut sebagai green flag. Bukan hanya tentang kesabaran, melainkan tentang bagaimana seseorang tetap mampu menjaga hati dan prinsipnya meskipun berada dalam situasi yang tidak adil (Rahmawati et al., 2023).
Dalam cerita Lutung Kasarung, Purbasari menunjukkan bahwa ketulusan merupakan sebuah kekuatan, bukan kelemahan. Meskipun diperlakukan dengan sangat buruk oleh kakaknya, Purbararang, ia tidak menyimpan dendam ataupun keinginan untuk membalas. Bahkan, Purbasari memaafkan kakaknya yang telah mencurangi dirinya hingga gagal menjadi ratu kerajaan dan menyebabkan dirinya diasingkan dari istana. Ketulusan inilah yang kemudian menghadirkan berbagai kebaikan dalam hidupnya, termasuk kehadiran Lutung Kasarung yang setia membantunya melewati masa-masa sulit (Studi & Komunikasi, 2026).
Kisah ini menjadi cermin moral yang dapat dipahami oleh anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Melalui sosok Purbasari, pembaca belajar bahwa inner beauty dan integritas pada akhirnya akan selalu menang. Dalam ceritanya, Purbasari tidak hanya memenangkan takhta kerajaan, tetapi juga memenangkan pertarungan melawan rasa sakit dan kepahitan dalam dirinya sendiri.
Di dunia yang sering kali menghargai siapa yang paling keras bersuara, Purbasari membuktikan bahwa kelembutan yang berakar pada prinsip yang kuat merupakan kekuatan yang tidak mudah dikalahkan. Pada akhirnya, kecantikan sejati tidak terletak pada apa yang terlihat oleh mata, melainkan pada kemampuan seseorang menjaga martabat dan ketulusannya ketika menghadapi ujian hidup yang berat (Rahmawati et al., 2023).
Sebaliknya, tokoh Purbararang menjadi pengingat bahwa keserakahan dan rasa iri hanya akan membawa kehancuran bagi diri sendiri. Pesan moral dalam cerita ini sederhana, tetapi sangat mendalam, yaitu kualitas seseorang ditentukan oleh hatinya, bukan sekadar penampilan fisik ataupun jabatan.
Purbararang hadir sebagai cermin gelap yang memperlihatkan bahwa dengki dan ambisi buta merupakan racun bagi pemiliknya. Ia menjadi bukti bahwa status sosial dan kesempurnaan fisik tidak akan pernah mampu menutupi kekosongan jiwa. Dari tokoh ini, pembaca memahami bahwa nilai seseorang tidak terletak pada apa yang dimiliki, melainkan pada kebersihan niat dan ketulusan tindakannya (Purbasari & Kasarung, 2022).
Selain itu, tokoh Lutung Kasarung juga memberikan pandangan mendalam tentang arti kesetiaan tanpa pamrih. Keputusannya menyamar sebagai seekor kera hitam menunjukkan bahwa kasih sayang yang tulus tidak membutuhkan pengakuan ataupun pujian. Ia menjadi gambaran sosok pendukung (support system) yang ideal. Lutung Kasarung tidak mendominasi, tetapi selalu hadir ketika dibutuhkan.
Di era modern seperti sekarang, sikap seperti Lutung Kasarung terasa semakin sulit ditemukan. Ia memahami kapan harus membantu, kapan harus mendukung, dan kapan harus hadir tanpa banyak bicara. Karena itulah, tokoh Lutung Kasarung menjadi pasangan yang sangat serasi bagi Purbasari, sosok perempuan yang penuh ketulusan.
Kisah ini bermula dari ketabahan luar biasa Purbasari dalam menghadapi ketidakadilan dan penderitaan akibat kutukan yang diberikan kakaknya. Meskipun diasingkan ke hutan dalam kondisi yang menyiksa, ia tetap menjalani hidup dengan penuh keikhlasan tanpa sedikit pun mengeluh. Ketulusan hati Purbasari inilah yang kemudian menggerakkan Lutung Kasarung untuk memohon pertolongan kepada Tuhan hingga muncul telaga ajaib yang mampu menyembuhkan penyakit dan mengembalikan kecantikan Purbasari seperti sediakala (Studi & Komunikasi, 2026).
Sekembalinya ke istana, perjuangan Purbasari belum berakhir. Ia masih harus menghadapi berbagai tantangan licik dari Purbararang. Tantangan pertama mengenai panjang rambut berhasil dimenangkan Purbasari berkat bantuan peri-peri kecil yang dipanggil oleh Lutung Kasarung. Pada tantangan kedua, Purbararang memamerkan ketampanan tunangannya, Raden Indrajaya. Namun, ia terdiam ketika Lutung Kasarung berubah wujud menjadi pangeran yang jauh lebih tampan dan gagah. Pada akhirnya, Purbasari keluar sebagai pemenang yang sah (Rahmawati et al., 2023).
Menariknya, puncak kemenangan Purbasari tidak ditandai dengan balas dendam. Alih-alih mengusir kakaknya yang telah berbuat jahat, Purbasari justru menunjukkan kemuliaan hati dengan memberikan pengampunan dan mengizinkan Purbararang tetap tinggal di istana. Kisah ini menjadi bukti bahwa menjaga integritas dan kebaikan di tengah lingkungan yang buruk merupakan bentuk perjuangan yang luar biasa. Kebaikan yang ditanam dengan tulus pada akhirnya akan menghasilkan kebahagiaan yang berlipat ganda (Purbasari & Kasarung, 2022).
Dari dongeng Lutung Kasarung, pembaca dapat memahami bahwa ketulusan dan kesetiaan sejati pada akhirnya akan kembali kepada diri sendiri. Perjuangan terbesar dalam hidup bukan hanya soal kekuatan fisik, melainkan kemampuan untuk tetap bertahan dan tidak menyerah meskipun dihimpit ketidakadilan dan penderitaan (Studi & Komunikasi, 2026).
Menghadapi kejahatan dengan kebaikan merupakan bentuk perlawanan yang paling elegan. Purbasari tidak membalas kelicikan kakaknya dengan cara yang sama karena balas dendam bukanlah jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah. Ia memilih jalan yang lebih mulia, yaitu pengampunan. Keputusan Purbasari untuk tidak mengusir kakaknya menunjukkan bahwa ia telah menang secara moral dan tidak membiarkan kebencian menguasai hatinya (Rahmawati et al., 2023).
Daftar Pustaka
Purbasari, A., & Kasarung, L. (2022). Representasi nilai budaya dalam iklan televisi. 18(2), 173–184.
Rahmawati, I. S., Sutrisna, D., & Nisya, R. K. (2023). Nilai-nilai kearifan lokal dan pendidikan karakter dalam cerita rakyat Lutung Kasarung. 9(2), 1147–1157.
||* Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang
Simak berita terbaru dan kabar terbaru melalui Google News harianjatim.com dan Saluran WhatsApp. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi Harianjatim.com.


